Sulthana jadi Saksi Mata Pembunuhan Sadis Suaminya oleh Saudaranya Sendiri

- Minggu, 8 Mei 2022 | 23:43 WIB
Syed Asrhin Sultama menceritakan bagaimana suaminya dipukuli hingga tewad di jalan sibul Hyderabad, India. (Tangkapan Layar Youtube/NDTV)
Syed Asrhin Sultama menceritakan bagaimana suaminya dipukuli hingga tewad di jalan sibul Hyderabad, India. (Tangkapan Layar Youtube/NDTV)

Rasa sedih yang mendalam, Sulthana hanya memegang erat foto berbingkai Nagaraju (dan memohon kepada Dewa Krishna) sembari menceritakan kengerian yang terjadi pada Rabu (5/5/2022) lalu.

"Kala itu, saya dan suami naik sepeda. Dia melambat sedikit untuk menyeberang jalan. Tiba-tiba dua sepeda datang. Saya tidak menyadari saudara saya salah satu pelakunya," tuturnya.

Baca Juga: Dunia Komik Berkabung, George Perez Meninggal Dunia

Saudara laki-lakinya bersama teman-temannya langsung mendorong suaminya hingga terjatuh dan mulai memukulinya dengan tongkat besi.

"Ketika saya mencoba menyelamatkannya, teman saudara saya mendorong saya. Saya meminta bantuan tetapi orang-orang hanya merekam kejadian itu," katanya.

Semua berakhir sangat cepat, dia menyalahkan orang-orang yang sebetulnya bisa membantu suaminya yang sedang dipukuli.

Baca Juga: Ini Tips Mengatur Uang THR Anak

"Dalam 10 hingga 15 menit, suami saya dipukul 30 hingga 35 kali dengan besi. Mereka memiliki tengkorak kepala suami saya. Ketika dia meninggal dan saya menyentuh kepalanya, tangan saya menembus... otaknya telah hancur," katanya.

Shultana sendiri menyesali dirinya karena telah membuang-buang waktu untuk meminta bantuan orang lain sehingga tidak melakukan sesuatu yang lebih membantu menyelamatkan nyawa suaminya.

"Saya bisa menggunakan waktu itu untuk melakukan sesuatu yang lebih untuk membantu suami saya. Suami saya bahkan tidak menyadari saudara saya membunuhnya. Dua puluh orang (yang melihat) bisa menghentikan empat orang," sambungnya.

Halaman:

Editor: Jumal Hauteas

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serangan Rusia Semakin Sporadis, Ukraina Terjepit

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:16 WIB

Rusia Diklaim Rebut Kota Industri di Ukraina

Senin, 20 Juni 2022 | 06:18 WIB
X