Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khalifa Meninggal Dunia

- Jumat, 13 Mei 2022 | 20:30 WIB

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan meninggal dunia diusia 73 tahun, Jumat (13/5/2022).

Sheikh Khalifa menjabat Presiden UEA sejak November Tahun 2004.

Kementerian Kepresidenan secara resmi mengumumkan berkabung nasional atas kematian presiden selama 40 hari sejak Jumat ini. Bendera nasional negara itu juga akan dikibarkan setengah tiang selama periode tersebut.

Baca Juga: Belalang Menyerang Desa Ombarade, Bambu Milik Warga Habis Dilahap

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (13/5/2022) dengan judul "Uni Emirat Arab Berduka Presiden Sheikh Khalifa bin zayed al Nahyan Meninggal Dunia".

Presiden negara Teluk yang kaya akan minyak, yang jarang terlihat di depan umum, itu pun kemungkinan akan digantikan oleh saudara tirinya, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed, yang sudah dipandang sebagai penguasa de facto UEA.

Baca Juga: RWT: Stunting Harus Dikeroyok Dan Jangan Dibiarkan

"Kementerian Urusan Kepresidenan telah berduka kepada rakyat UEA, negara-negara Arab dan Islam dan dunia atas kematian Presiden Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan," ujar kantor berita resmi WAM.

Kementerian mengumumkan 40 hari berkabung, dengan bendera setengah tiang dari Jumat, 13 Mei 2022, serta pekerjaan ditangguhkan di sektor publik dan swasta selama tiga hari pertama.

Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan mengambil alih posisi presiden kedua UEA pada November 2004, menggantikan ayahnya sebagai penguasa ke-16 Abu Dhabi, yang terkaya dari tujuh federasi emirat.

Baca Juga: May Day Besok, Simak 18 Point Tuntutan

Dia jarang terlihat di depan umum sejak 2014, ketika dia menjalani operasi setelah stroke, meskipun dia terus mengeluarkan keputusan.

Sementara itu, penyebab kematian Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan tidak segera dirilis.

UEA telah beralih dari pos gurun ke negara yang terkenal oleh kekayaan minyaknya, serta kenaikan Dubai sebagai pusat perdagangan dan keuangan.

Baca Juga: Ingin Lolos, Asnawi dan Kawan-Kawan Wajib Menang Atas Filipina

Ekonomi terbesar kedua di dunia Arab ini juga mulai memegang pengaruh politik yang berkembang, mengisi ruang yang diserahkan oleh kekuatan tradisional seperti Mesir, Irak, dan Suriah.

Negara berpenduduk 10 juta itu juga bergabung dengan kampanye militer di Libya dan Yaman, serta memutuskan hubungan dengan sebagian besar dunia Arab untuk menjalin hubungan dengan Israel pada tahun 2020.

Baca Juga: Polres Sumba Timur Panggil Lagi 4 Warga Desa Ngaru Kanoru

"Emirates telah kehilangan putra dan pemimpinnya yang berbudi luhur dari 'tahap pemberdayaan' dan wali amanat dari perjalanannya yang diberkati," tutur Mohammed bin Zayed.

"Sikap, prestasi, kebijaksanaan, kemurahan hati, dan inisiatifnya ada di setiap sudut bangsa. Khalifa bin Zayed, saudaraku... Semoga Allah mengampunimu dan memberimu akses ke surga," katanya menambahkan.

Baca Juga: Indah Permatasari Umumkan Kehamilan Anak Pertama : So happy and feel blessed!

Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan juga menyampaikan duka cita atas kematian Presiden UEA, menyatakan bahwa Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan selalu menjaga hubungan baik dengan Kerala.

"Sangat sedih dengan meninggalnya Presiden UEA Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang selalu menjaga hubungan baik dengan Kerala. Dia adalah seorang pemimpin visioner yang memainkan peran kunci dalam memodernisasi Emirates. Kontribusinya akan diingat selamanya," ucapnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari NDTV. (Eka Alisa Putri/Pikiran Rakyat). ***





Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid Di Korut Berangsur Menurun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:36 WIB

Kasus Cacar Monyet Melonjak Di Inggris

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:42 WIB

Dulu Rusia Hampir Gabung NATO

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:31 WIB

Kim Jong Un Ternyata Belum Terima Vaksin

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:23 WIB

Hati-Hati Polusi Bisa Menyebabkan Kematian

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:17 WIB
X