China Bandingkan Jumlah Populasi Negara G7 dan BRICS, Sebut G7 Tidak Layak Jadi Representatif Masyarakat

- Rabu, 29 Juni 2022 | 11:22 WIB
Rusia dan China, pendiri BRICS, berusaha membangun kekuatan baru untuk menyaingi dominasi negara-negara Barat.  (Wikimedia Commons/Alan Santos/PR | Lisensi CC)
Rusia dan China, pendiri BRICS, berusaha membangun kekuatan baru untuk menyaingi dominasi negara-negara Barat. (Wikimedia Commons/Alan Santos/PR | Lisensi CC)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Pelaksanaan G7 di Jerman telah usai kemarin. Uniknya, pertemuan antar negara itu tidak hanya menjadi perhatian negara anggota G7 saja tapi juga anggota diluar G7.

Baca Juga: Mantan Presiden Rusia Serukan Perang Dunia Ketiga Akan Segera Dimulai

Terbaru, Anggota BRICS, China. China melalui Juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Zhao Lijian menyebut pertemuan itu menegaskan bahwa G7 tidak mewakili masyarakat global.

Dirinya kemudian membandingkan populasi masyarakat diantara dua organisasi tersebut.

Menurutnya populasi masyarakat di negara G7 hanya 777 juta. Sedangkan, BRICS sendiri memiliki populasi masyarakat hampir mencapai 3,2 miliar orang.

Baca Juga: DPR Akan Segera Gelar RDP Terkait Ganja untuk Kebutuhan Medis

BRICS sendiri sebuah organisasi untuk menampung dan mewadahi negara-negara ambang industri pada saat itu (10 tahunan yang lalu), dan pertamakali istilah ini dipakai oleh pakar ekonomi AS Jim O'Neal, seorang ekonom Perusahaan keuangan global Goldman Sachs, pada tahun 2001 .

BRIC adalah akronim dari Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa. Para pemimpin BRICS bersikeras bahwa kelompok ini akan menjadi sebuah kekuatan Perubahan.

Baca Juga: Pantau Sesi Latihan Timnas Wanita Indonesia, Ini Pesan Sekjen PSSI

Halaman:

Editor: Frengky Keban

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhirnya, Korea Utara Keluar Dari Pandemi Covid 19

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:12 WIB

Lagi, Bos Al Qaeda Pengganti Osama bin Laden Terbunuh

Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:06 WIB
X