Diplomat Rusia Sebut Amerika dan Inggris Raya Russphobia

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 23:14 WIB
Rusia mengaku Amerika dan Britania Raya jadi pemasok senjata untuk membunuh masyarakat sipil Rusia dan Ukraina (Istimewa)
Rusia mengaku Amerika dan Britania Raya jadi pemasok senjata untuk membunuh masyarakat sipil Rusia dan Ukraina (Istimewa)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung hingga saat ini.

Dimana perang ini dinilai sebagai sebuah perang yang tidak berimbang antara kekuatan Rusia yang besar dibandingkan dengan kekuatan militer Ukraina.

Karena itu sejumlah negara barat seprti Inggris Raya, Jerman, Prancis hingga Amerika Serikat disebut sebagai negara barat yang ikut menyokong senjata bagi Ukraina.

Baca Juga: Disebut Sangat Ideal, Ini Jumlah Siswa Baru di SMA Katolik Andaluri Waingapu

Sayangnya bantuan ini dilihat berbeda dari pihak Rusia yang melihatnya sebagai bagian dari dukungan barat untuk membunuh warga sipil Rusia dan Ukraina.

"Saya mengerti bahwa negara-negara ini sangat terobsesi dengan Russophobia. Akan sulit untuk menyembuhkan mereka," ungkap Diplomat Rusia, dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul 'Rusia Tidak Akan Melupakan Negara Barat yang Memasok Senjata ke Ukraina' Sabtu (16/7/2022).

Diuraikannya adanya bantuan persenjataan dari negara barat kepada Ukraina bahkan tidak akan terlupakan oleh Rusia.

Baca Juga: 3 Warga NTT Jadi Korban Keganasan KKB. Ini Identitasnya

Rusia tidak akan melupakan negara-negara Barat bagaimana mereka memasok senjata ke Kiev, dari mana warga sipil Ukraina dan Rusia tewas, kata Deputi Pertama Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky.

"Pasokan senjata dan pembunuhan orang-orang dengan senjata Barat. Saya tidak berpikir kita akan melupakannya. Ini adalah pengalaman yang sangat menyakitkan yang saya tidak tahu bagaimana mengatasinya," kata Polyansky di Radio TNT.

Halaman:

Editor: Jumal Hauteas

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Raja Charles III Resmikan Patung Ratu Elizabeth II

Rabu, 9 November 2022 | 22:49 WIB
X