Tarif Kenaikan Ojol Dinilai Menaikkan Laju Inflasi

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:21 WIB
Ilustrasi  (ojekonline.co.id)
Ilustrasi (ojekonline.co.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Kenaikan tarif Ojek Online atau ojol diatur dalam KM Perhubungan Nomor KP 564/2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor.

Sejumlah driver online merasa lega karena tuntutan mereka sejak dua tahun lalu akhirnya terpenuhi.

Meski demikian kenaikan tarif ojol tetap tuai pro kontra dari berbagai pihak.

Baca Juga: Sidang Perdana, Indra Kenz Hadir Secara Virtual

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (12/8/2022) dengan judul "dampak dari kenaikan tarif ojek online ekonom hal ini kontradiktif".

Ekonom Indef (Institute For Development Of Economic And Finance), Nailul Huda menjelaskan tarif Baru ojol (ojek online) yang ditetapkan Kementerian Perhubungan akan menggerakkan laju inflasi.

“Biaya transportasi yang meningkat bisa menyebabkan inflasi secara umum, inflasi per Juli 2022 saja sudah cukup tinggi, dimana secara year on year sudah dilevel 6,65 persen, tertinggi kedua setelah makanan, minuman, tembakau,” ujar Nailul.

Baca Juga: Netizen Sedih, Chelsea Olivia Cabut Gingsulnya

Diakui Nailul saat ini pemerintah sedang berupaya menjaga laju inflasi agar tidak semakin meningkat, mulai dari menjaga subsidi pangan dan subsidi BBM. Hal itu dilakukan sebagai cara agar pemulihan ekonomi tetap terjaga.

Menurut Nailul, kenaikan tarif ojek online akan mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi lainnya seperti angkutan umum (angkot) atau bahkan menggunakan kendaraan pribadi.

"Jika menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan dan kerugian ekonomi akan bertambah,” tuturnya.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Ada Potensi Hujan Lebat di Sumba Timur

Nailul menyampaikan bahwa ojek online (ojol) termasuk multisided-market, dimana ada banyak jenis konsumen yang dilayani oleh sebuah platform.

Sehingga seharusnya yang dilihat bukan hanya dari sisi mitra diver saja, melainkan dari sisi konsumen atau penumpang.

“Sesuai hukum ekonomi, dari sisi konsumen penumpang akan ada penurunan permintaan. Sudah pasti mitra driver akan rugi karena secara total pendapatan akan menurun," tuturnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ungkap Pembunuhan Brigadir J Sudah Direncanakan Skenarionya

"Maka hal ini kontradiktif dengan kesejahteran mitra driver yang ingin dicapai dengan adanya perubahan tarif ini,” ujar Nailul lagi.

Kenaikan tarif ojek online juga akan berdampak pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti industri makanan-minuman di skala UMKM bisa menaikan harga.

Pasalnya penggunaan aplikasi ojol(Ojek Online) selain untuk transportasi pribadi, biasa juga digunakan oleh para UMKM , maupun usaha pribadi.

Baca Juga: Fahmi Alamsyah Disebut Terlibat, Profesi Wartawan Disentil Hingga Mengundurkan Diri

Yang ditakutkan, kenaikan tersebut akan berimbas terhadap penurunan daya beli masyarakat selanjutnya. Karena upah minimum Nasional hanya berkisar diangka 1,09 persen, berpotensi juga pada kenaikan inflasi. Pikiran-Rakyat.com/Puteri Ratnasari.***

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CS BNI Akui Ada Transaksi Usai Kematian Brigadir J

Senin, 21 November 2022 | 14:06 WIB

Dua Aktris Diperiksa, Buntut Robot Trading Net89

Selasa, 8 November 2022 | 09:39 WIB

Lawadi Hilang Kabar, Begini Kondisinya Sekarang

Minggu, 6 November 2022 | 11:29 WIB
X