Konflik Nagaswara, PAMPI: Pentingnya Hak Cipta Intelektual!

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:03 WIB
Gen Halilintar/Instagram
Gen Halilintar/Instagram

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Konflik antara Gen Halilintar dan label Nagaswara akhirnya menemukan titik akhir.

Konflik ini sudah berlangsung selama empat tahun lantaran Gen Halilintar melanggar hak cipta lagu lagi syantik.

Akibatny Gen Halilintar harus membayar biaya ganti rugi sebesar 300 juta.

Baca Juga: STT GKS Lewa Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Hingga 8 Juli 2022

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Sabtu (21/5/2022) dengan judul "Gen halilintar disebut langgar hak cipta lagi syantik nagaswara menang gugatan".

Konflik antara Gen Halilintar dan Nagaswara sudah berjalan selama 4 tahun lamanya dan kini telah menemui titik temu berdasarkan keputusan hukum.

Putusan hukum tersebut telah bersifat final berdasarkan keputusan Mahkamah Agung di tingkat PK atau Peninjauan Kembali.

Baca Juga: Sempat Dilarikan ke RSUD Rajang Lebong, Bayi Pitria Meninggal Dunia

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Jenderal Prakarsa Antara Musik Publishing Indonesia (PAMPI), Edy Haryatno, mengucapkan rasa syukur atas kemenangan Nagaswara memperjuangkan hak ciptanya.

“Saya sangat bersyukur dengan kemenangan ini karena kemenangan ini bukan hanya untuk Nagaswara saja tapi untuk seluruh industri musik Indonesia,” kata Edy Haryatno.

Senada dengan Edy Haryatno, Yogi RPH selaku pencipta lagu Lagi Syantik pun turut mengucapkan rasa syukur karena berhasil memenangkan gugatan atas lagu ciptaanya yang digunakan tanpa izin.

Baca Juga: TJPS Diharapkan Bisa Hasilkan Petani Mandiri 

“Alhamdulillah, saya secara pribadi senang ya dengan kemenangan di tingkat PK. Walaupun seperti kata pengacara ada beberapa hal yang memang missed dikabulkan. Tapi setidaknya untuk yang ini dikabulkan,” kata Yogi RPH.

Sebelumnya, keluarga Gen Halilintar digugat oleh pihak Nagaswara karena telah membuat cover salah satu lagunya, yakni Lagi Syantik pada 2018 yang lalu.

Pihak PAMPI sebagai asosiasi musik Indonesia berharap konflik antara keluarga Gen Halilintar dan Nagaswara membuka mata masyarakat Indonesia akan pentingnya hak cipta intelektual.

Baca Juga: Pedagang Pasar Inpres 'Meresahkan', Kasat Pol PP Sumba Timur: Akan Kami Tertibkan Lagi!

Oleh karena itu, para kreator yang ingin mengcover lagu dapat bergabung dengan Festival Suara sebagai platform perizinan yang disediakan oleh para publisher.

Dengan demikian, konflik hak cipta di masa depan dapat menghilang dan perizinan cover lagu dapat menjadi semakin mudah. (Asahat Edi Rediko/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Zodiak Anti Boros, Nomor 1 Wajib Ditiru

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:13 WIB

Raffi Ahmad Puji Nagita Slavina, Ini Alasannya

Rabu, 22 Juni 2022 | 12:30 WIB

Wow, Ini Manfaat Minum Kopi Pagi Hari

Jumat, 17 Juni 2022 | 23:49 WIB

Sempat Off Sosmed, Alice Menutup Usia

Jumat, 17 Juni 2022 | 22:10 WIB
X