Ganggu Sistem Kerja Otak, Simak Rekomendasi WHO Terkait Batasan Konsumsi Garam

- Kamis, 24 November 2022 | 11:56 WIB
Ilustrasi garam yang dapat menyebabkan stres (Pexels.com/Marek Kupiec/Nathan Cowley)
Ilustrasi garam yang dapat menyebabkan stres (Pexels.com/Marek Kupiec/Nathan Cowley)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR -  Garam sudah sejak lama digunakan sebagai penyedap rasa makanan dalam kehidupan sehari-hari.

Garam juga sering dijadikan sebagai bahan pengawet dan memiliki sejumlah manfaat yakni diantaranya membantu melancarkan sistem pencernaan tubuh.

Namun sayang, selain kaya manfaat sebuah studi dari University of Edinburgh mengungkapkan asupan garam yang tinggi bisa memberikan tekanan pada otak.

Baca Juga: Kasat Reskrim SBD Sebut Hasil Autopsi Akan Jadi Petujuk Ungkap Kasus Kematian Nona Ina Cuma Untuk Sekarang

Dilansir dari PMJ News, Kamis (24/11/2022), kondisi tersebut akan mendorong terjadinya peningkatan produksi hormon stres.

Peningkatan produksi hormon stres bisa terjadi karena konsumsi makanan tinggi garam berkaitan dengan aktivasi hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) aksis.

HPA aksis adalah sistem respons stres pada tubuh.

Baca Juga: Empat Fakta Menarik Menarik, Usai Spanyol Gasak Kosta Rika: Dari Statistik Hingga Kemenangan Terbesar

Lebih lanjut tim peneliti juga menemukan bahwa pola makan yang tinggi garam dapat meningkatkan glucocorticoids. Glucocorticoids adalah hormon yang muncul secara alami untuk membantu mengatur respons stres dan fungsi metabolik, kardiovaskular, kognitif, juga imun.

Kebiasaan menyantap makanan tinggi garam sudah diketahui dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan fisik, khususnya kesehatan kardiovaskular dan ginjal.

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow Lada Hitam Kaya Manfaat, Simak Penjelasannya

Selasa, 29 November 2022 | 10:07 WIB

Simak Manfaat Madu Bagi Tubuh

Rabu, 23 November 2022 | 19:11 WIB
X