Sempat Dilarikan ke RSUD Rajang Lebong, Bayi Pitria Meninggal Dunia

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:26 WIB
Tri Risma Harini (Gorajuara/dok: YouTube/Linjamos Oke)
Tri Risma Harini (Gorajuara/dok: YouTube/Linjamos Oke)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Bayi perempuan yang lahir tanpa dinding perut, Selasa (17/5) telah mendapat respon dari Menteri Sosial.

Tri Rismaharini melalui Senta Dharma Guna telah berupaya untuk menyelamatkan bayi Pitria walau takdir berkata lain.

Bayi Pritia meninggal dunia dan langsung dikuburkan pada tanggal (19/5).

Baca Juga: 878 Tenaga Kesehatan Akan Berpartisipasi Suksekan BIAN di Sumba Timur

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Sabtu (21/5/2022) dengan judul "Kemensos respons bayi pitria yang lahir tanpa dinding perut di bengkulu".

Pada tanggal 19 Mei 2022, jam 7.27 WIB, Pitria meninggal dunia dan langsung dimakamkan. Sentra turut melakukan koordinasi dengan aparat desa untuk urusan pemakaman Pitria.

Plt Kasentra Dharma Guna Massitotu Mulja menyatakan, Kemensos telah melakukan sejumlah intervensi selain penanganan terhadap bayi Pitria.

Baca Juga: Perdana Jagung TJPS Di SBD Akan Dikirim Keluar NTT

Di antara upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Sentra Budhi Perkasa Palembang untuk proses rujukan ke RS Palembang. 

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak RSUD Rejang Lebong untuk pembebasan biaya rumah sakit selama perawatan ibu dan anak," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu 20 Mei 2022.

Selanjutnya, kata Massitotu Sentra akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengupayakan pembuatan KK dan NIK untuk Hempy Muryati (ibu) dan Arzon (ayah). 

Baca Juga: Peringati Hari BPR/BPRS Nasional, BPR Talenta Raya Lakukan Aksi Donor Darah

Dengan data kependudukan bisa menjadi kelengkapan untuk proses pembuatan BPJS.

Selanjutnya, Sentra akan memberikan pendampingan, motivasi dan penguatan terhadap ibu Hempy yang masih berada dalam perawatan rumah sakit. 

“Kami juga menyiapkan bantuan atensi berupa nutrisi dan kebutuhan pascamelahirkan untuk ibunda Pitria" katanya.

Baca Juga: Terduga Korban Kawin Tangkap Minta Maaf

Dia mengatakan, berdasarkan asesmen, keluarga Pitria belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik PKH maupun BPNT. 

Pasangan Arzon dan Hempy berasal dari Kabupaten Seluma Bengkulu dan baru menetap tinggal di rumah kontrakan Desa Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong selama 1,5 tahun. Mereka bekerja sebagai petani penggarap kebun. (Amir Faisol/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Jadi Kepala Sekolah, Ini Aturannya

Minggu, 26 Juni 2022 | 07:01 WIB
X