PPDB Zonasi Solusi Peningkatan Akses Layanan Pendidikan Berkeadilan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 16:30 WIB
Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) secara daring yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI (Kemdikbud.go.id)
Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) secara daring yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI (Kemdikbud.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Sejak tahun 2017, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan kebijakan zonasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB). 

Kebijakan PPDB merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan.

"Secara nasional akses kita sudah baik. Nah, perjuangan berikutnya adalah bagaimana mengangkat mutu pendidikan yang relevan sehingga bisa lebih baik lagi," disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) secara daring yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI pada Kamis (16/6/2022) dikutip sumbatimur.victorynews.id dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Ini Peran 4 Terduga Pelaku Perampokan Rindi yang Sudah Ditangkap

Lebih lanjut disampaikan Jumeri, pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan PPDB tahun 2022 masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Pedoman yang kita gunakan masih seperti tahun lalu, yaitu Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 yang di dalamnya telah dijelaskan bahwa PPDB dilakukan melalui empat jalur yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi,” tutur Jumeri.

Sebagaimana telah disebutkan dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, Jumeri mengatakan bahwa ada besaran kuota pada setiap jalur PPDB di masing-masing jenjang satuan pendidikan. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), kuota sebanyak 70 persen dari daya tampung sekolah digunakan untuk zonasi, 15 persen untuk afirmasi, dan 5 persen pada jalur perpindahan orang tua. 

Baca Juga: Keras, Megawati Sebut Capres PDIP Adalah Wewenangnya Sampai Sentil Manuver Kadernya

Sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), jalur zonasi diberikan kuota sebesar 50 persen dari daya tampung sekolah, afirmasi 15 persen, serta jalur perpindahan orang tua maksimal 5 persen dan selebihnya dapat digunakan sebagai jalur prestasi. “Pada jalur Zonasi jenjang SD kuotanya lebih banyak karena di jenjang tersebut belum ada jalur prestasi,” imbuh Jumeri.

Halaman:

Editor: Sepritus TM

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow Sekjen Kemenag Nizar buka PKN II

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:15 WIB

78.369 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Menag Sambut Kedatangan 237 Petugas Haji Daker Makkah

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:36 WIB

62.721 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X