Revitalisasi Bahasa Daerah Dalam Menjawab Kondisi Vitalisas Bahasa Daerah

- Kamis, 30 Juni 2022 | 07:57 WIB
Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu (Kemdikbud.go.id)
Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu (Kemdikbud.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR -Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong pemerintah daerah implementasikan model perlindungan bahasa daerah dalam menjawab tantangan kondisi vitalitas bahasa daerah di Indonesia.

Kemendikbudristek telah meluncurkan Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah, di Jakarta, pada Selasa, 22 Februari 2022. 

Baca Juga: Gugatan Ditolak di Pengadilan Negeri Waingapu, 3 Vendor Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

Revitalisasi tersebut dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) melalui beberapa tahapan, salah satunya Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu di 12 Provinsi, salah satunya di Provinsi Bali.  

“Kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-17 ini perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan dan seluruh ekosistem pendidikan, agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif berbahasa daerah," tutur Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Hafidz Muksin

Hal itu disampaikan Hafidz dalam acara pembukaan pelatihan revitalisasi bahasa daerah bagi guru SD dan SMP untuk tunas bahasa ibu di Sanur,Bali, Minggu (26/6/2022) seperti dilansir sumbatimur.vicyorynews.id dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Di Kyiv, Ibu Iriana Jokowi Bantuan Kepada Rumah Sakit

"Dengan demikian, pada gilirannya mereka memiliki kemauan dan semangat dalam mempelajari bahasa daerah melalui media yang mereka sukai. Untuk itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk mengimplementasikan model pelindungan bahasa daerah yang sesuai,” tambahnya.

Menurut UNESCO pada tahun 2018 bahwa setiap dua minggu ada satu bahasa daerah yang punah.

Halaman:

Editor: Sepritus TM

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat Ini Manfaat Konsumsi Madu 2 Sendok Sehari

Jumat, 25 November 2022 | 18:32 WIB

Resmi Membuka Pospenas IX, Begini Pesan Menag

Kamis, 24 November 2022 | 15:05 WIB

Wow Kanwil Kemenag Bali Raih Itjen Award 2022

Rabu, 23 November 2022 | 19:25 WIB
X