Pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah Untuk Menjaga Kelangsungan Hidup Bahasa dan Sastra Daerah

- Kamis, 30 Juni 2022 | 08:08 WIB
Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu (Kemdikbud.go.id)
Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu (Kemdikbud.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Hafidz Muksin.

Selain itu juga bertujuan menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya dan menemukan fungsi dan ranah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah.

Baca Juga: Revitalisasi Bahasa Daerah Dalam Menjawab Kondisi Vitalisas Bahasa Daerah

Menurutnya, guna mewujudkan tujuan tersebut tentu perlu strategi yang tepat dengan melakukan beberapa strategi seperti 1) melibatkan setiap elemen pemangku kepentingan; 2) melaksanakan revitalisasi bahasa daerah yang terintergrasi dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat; mengoptimalkan pemanfaatan media digital.

"Dan memberi fleksibilitas bagi tiap daerah untuk mengimplementasikan program revitalisasi bahasa daerah sesuai karakteristik wilayahnya" ungkap Hafidz dilansir sumbatimur.victorynews.id dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Gugatan Ditolak di Pengadilan Negeri Waingapu, 3 Vendor Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

Lebih lanjut Hafidz menyampaikan bahwa sesuai amanah regulasi UU Nomor 24 Tahun 2009, bahwa pelindungan bahasa dan sastra Indonesia dilakukan secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan oleh lembaga kebahasaan, dalam hal ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 

”Sedangkan Pemerintah daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Hafidz

Dalam mengimplementasikan revitalisasi bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Bali menggandeng dinas pendidikan kabupaten/kota se-provinsi Bali, Dinas Kebudayaan, para pakar/maestro, dan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa daerah, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) bahasa daerah. Hafidz berharap antar pemangku kepentingan dapat saling bersinergi, berbagi strategi, dan inspirasi dalam menarik minat kaum muda untuk mempelajari bahasa daerah.

Halaman:

Editor: Sepritus TM

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wow Sekjen Kemenag Nizar buka PKN II

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:15 WIB

78.369 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Menag Sambut Kedatangan 237 Petugas Haji Daker Makkah

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:36 WIB

62.721 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X