Wamenag: Indonesia Butuh Strategi Kebudayaan di Tengah Pusaran Global

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 20:15 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi (kemenag.go.id)
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi (kemenag.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa kebudayaan Indonesia saat ini dihadapkan pada pusaran arus globalisasi yang sangat dinamis dan multi dimensional.

Meski demikian, Indonesia tidak memerlukan ”revolusi kebudayaan”, tetapi membutuhkan ”strategi kebudayaan” untuk bisa bertahan.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada Multaqa Lembaga Seni, Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia.

Baca Juga: Kominfo Buka Akses Lima PSE, Termasuk PayPal dan Steam

Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian Milad ke-47 MUI yang diperingati setiap 26 Juli.

”Indonesia membutuhkan strategi kebudayaan untuk bertahan di tengah pusaran global,” terang Wamenag di Jakarta, Senin (1/8/2022) dikutip dari laman Kementrian Agama.

Indonesia, kata Wamenag, memiliki pengalaman sejarah berkenaan dengan budaya">seni dan budaya yang pernah menjadi alat propaganda ideologi yang bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Lagi, Bos Al Qaeda Pengganti Osama bin Laden Terbunuh

Tantangan saat itu dapat dijawab secara bijak dan persuasif oleh para seniman dan budayawan muslim dengan membentuk wadah yaitu: Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) yang digerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Buya Hamka, Bahrum Rangkuti dan lainnya.

Sejarah mencatat HSBI yang berafiliasi ke Masyumi dan Muhammadiyah, dan LESBUMI berafiliasi ke NU, memiliki peran yang sangat penting di masa lalu, terutama dalam mengadvokasi politik budaya">seni dan budaya yang berpijak pada nilai-nilai agama sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Baca Juga: Orang Tua Diminta Berhati-hati, Anak-Anak Disebut Rentan Cacar Monyet

"Dalam konteks kekinian, sarana dan media seni-budaya generasi millennial tidak boleh kehilangan orientasi keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya ketimuran dengan menjunjung tinggi norma-norma kesopanan,” jelasnya.   

Seni dan budaya, kata Wamenag, tidak boleh dijauhkan dari tujuan pembangunan manusia dan masyarakat yang bermoral, beragama, dan berkeadaban.

Di tengah arus budaya global dan teknologi informasi, umat Islam dan bangsa Indonesia harus memiliki ketahanan kultural dalam memilah dan memilih unsur-unsur budaya dari luar yang tidak bertentangan dengan pandangan hidup masyarakat.

Baca Juga: Bupati Sumba Timur jadi Orang Pertama di Sumba Timur yang Miliki KTP Digital

"Ketahanan kultural paling kokoh adalah yang bersumber dari pandangan hidup, akidah dan way of life yang kita yakini, yaitu ajaran dan nilai-nilai agama. Jangan kita menjadi bangsa yang terombang-ambing dalam arus perubahan, menjadi bangsa yang rapuh dan kehilangan kepribadian di tengah pusaran budaya global,” pesannya.

Mengutip Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, mantan Menteri Agama, Wamenag mengatakan, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi bermakna.

Ungkapan ini, menurutnya, membawa pesan filosofis dan ontologis yang mendalam bahwa para ilmuwan, seniman-budayawan dan agamawan perlu dan bahkan wajib bekerjasama dan saling mengisi untuk membangun dan memajukan peradaban kemanusiaan.

Baca Juga: Bupati Sumba Timur Minta Warganya Kembali ke Jalan yang Benar

“Saya mengajak para seniman dan budayawan muslim kontemporer agar semakin berperan dan memberi sumbangsih nyata untuk memperkuat sendi-sendi ketahanan nasional dari aspek ketahanan budaya">seni dan budaya" tuturnya.***

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wah 80 UMK Terima Sertifikat Halal Selfdeclare

Kamis, 29 September 2022 | 23:07 WIB

Launching UIN KH. Abdurrahman Wahid, Ini Pesan Menag

Selasa, 27 September 2022 | 22:45 WIB

Susah BAB? Kenali Bahaya Konstipasi

Minggu, 25 September 2022 | 20:23 WIB

Kemenag Gelar Dialog Publik, Bahas RUU KUHP

Minggu, 25 September 2022 | 14:06 WIB

Ibu dan Ayah Berdongeng, Ini Manfaatnya Bagi Anak

Selasa, 20 September 2022 | 14:40 WIB

Begini Langkah Awal Waspada Kanker

Minggu, 18 September 2022 | 20:08 WIB

Waspada Hepatitis, Kemenkes Minta Lakukan Ini

Sabtu, 17 September 2022 | 18:23 WIB
X