Ini Tips Mengasuh Anak di Era Digital

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 00:43 WIB
Kenali Ragam Pola Asuh Anak / www.pexels.com
Kenali Ragam Pola Asuh Anak / www.pexels.com

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Di era kemajuan teknologi yang kian canggih kini orang tua lebih memilih pola yang praktis dalam mengasuh anak.

Sebagian orang tua yang memiliki banyak pekerjaan rumah akan memanjakan si buah hati dengan gadget agar tidak mengganggu pekerjaan orang tuanya.

Namun dampak dari pola asuh digital ini bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Wah Apakah Kamu Termasuk Monofobia? Ini Penjelasannya

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Selasa (16/8/2022) dengan judul "pola asuh digital penting diterapkan pada anak-anak psikolog demi hindari pengaruh negatif".

Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Dr. Indria Laksmi Gamayanti., MSi, lantas menyebut pola asuh dunia digital berarti terkait dengan adiksi gadget.

Menurut Dr. Indria, adiksi gadget muncul dari informasi digital yang terus bermunculan tanpa henti.

Sedangkan, seorang anak kecil belum mengetahui jenis informasi yang seharusnya dihindari karena dampak negatif bagi psikis manusia.

Baca Juga: Dugaan Suap, Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK

Untuk itu, orang tua yang harus aktif berperan mengawasi dan mengontrol anak dalam dunia digital itu.

"Kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi dan konten digital perlu adanya pengawasan dan batasan agar anak terhindar dari dampak negatif terhadap psikis dan mental melalui teknologi digital, terutama yang berkaitan dengan adiksi gadget," kata Indria dalam keterangan pers terbarunya.

Lebih lanjut, penerapan pola asuh digital juga menjadi momen penting untuk orang tua berpartisipasi sebagai agen literasi digital.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ditahan, Polri Gesit Tuntaskan Judi Online

"Untuk itu, edukasi terkait pola asuh di era digital menjadi sangat penting guna terwujudnya literasi digital di berbagai kalangan usia, yang pada akhirnya berdampak positif pada tumbuh kembang anak yang sehat, bahagia, dan mampu bersosialisasi pada lingkungan sekitarnya," katanya menambahkan.

Indris, dalam kesempatan itu, akhirnya memberi empat strategis yang harus diperhatikan orang tua penganut pola asuh digital.

Pertama, orang tua harus mengenalkan teknologi pada anak sesuai kebutuhannya.

Dalam hal ini, setiap anak akan memiliki minat berbeda saat diperkenalkan pada produk teknologi.

"Kadar kesukaan tersebut menjadi pijakan untuk menentukan jenis konten apa yang layak kita suguhkan bagi anak-anak. Faktor utama yang mesti diperhatikan adalah usia anak dan kebutuhannya. Berbeda usia, berbeda pula preferensi dan kebutuhan mereka terhadap akses teknologi," kata Indria.

Baca Juga: 68 Anggota Paskibraka Resmi Dikukuhkan, Dua Dari NTT. Ini Daftar Lengkapnya

Kedua, orang tua, ayah dan ibu harus sama-sama satu pikiran untuk menentukan batas screen time untuk anak.

"Sesekali mendampingi anak ketika mereka mengakses internet juga menjadi penting, sebab lewat momen kebersamaan itu orang tua dapat memberikan pemahaman terkait pemanfaatan teknologi sekaligus membangun bonding dengan anak," katanya menerangkan.

Kemudian yang ketiga, orang tua tidak boleh melupakan bahwa aktivitas interaktif bersama anak adalah hal yang lebih dibutuhkan ketimbang penggunaan teknologi tertentu.

Dengan demikian, pola asuh digital yang diterapkan pada anak berarti menanamkan sikap kritis mereka terhadap berbagai pengaruh negatif dari laman internet.

Baca Juga: Wah Pakar Hukum Pidana Sebut Putri Bisa Dipidana, Alasannya Bikin Geleng-Geleng Kepala

"Pola asuh ini berupaya membantu anak agar bersikap kritis terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari era digital, sehingga anak akan menjadi lebih paham akan penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," kata Indria memungkaskan. Pikiran-Rakyat.com/Khairunnisa Fauzatul A.***

 

 

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wah 80 UMK Terima Sertifikat Halal Selfdeclare

Kamis, 29 September 2022 | 23:07 WIB

Launching UIN KH. Abdurrahman Wahid, Ini Pesan Menag

Selasa, 27 September 2022 | 22:45 WIB

Susah BAB? Kenali Bahaya Konstipasi

Minggu, 25 September 2022 | 20:23 WIB

Kemenag Gelar Dialog Publik, Bahas RUU KUHP

Minggu, 25 September 2022 | 14:06 WIB
X