Waspada Hepatitis, Kemenkes Minta Lakukan Ini

- Sabtu, 17 September 2022 | 18:23 WIB
Ilustrasi hepatitis akut misterius. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hepatitis akut misterius. (Foto: Istimewa)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Setelah pandemi Covid-19, cacar monyet atau monkeypox kini masyarakat Indonesia juga dihantui penyakit hepatitis.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan hepatitis sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemerintah juga terus melalukan berbagai upaya pencegahan terkait hepatitis akut dengan cara mengedukasi masyarakat bagaimana gejala-gejala dan pencegahan penyakit hepatitis.

Baca Juga: Aturan Pembatasan Pengisian BBM Diberlakukan, SPBU di SBD Jadi Sepi

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Sabtu (17/9/2022) dengan judul "hepatitis misterius banyak jangkit balita dokter spesialis anak imbau tetap waspada".

Dokter Spesialis Kesehatan Anak, Profesor Hanifah Oswari, menilai kasusnya tidak sebanyak seperti awal kasus pada sekitar bulan Juni 2022, tetapi kita masih tetap harus waspada meski tidak harus seperti sebelumnya.

"Kalau kita lihat perkembangan dari hepatitis berat yang kita belum ketahui sebabnya ini, meskipun tidak banyak tetapi kasusnya masih ada," tuturnya dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga: Ada Apa di Sanggar Kelompok Dasawisma Tobi Wolor Desa Lewomada, Yuk Simak Penjelasannya

"Perlu tetap waspada tetapi tingkat kewaspadaannya tidak seperti yang di awal-awal," tuturnya menambahkan.

Dari 91 kasus, 35 di antaranya termasuk probable atau kemungkinan mengalami hepatitis akut misterius, 7 pada status pending yaitu masih diperiksa laboratorium, sedangkan 49 discarded karena ditemukan sebagai penyakit lainnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril, menjelaskan bahwa kasus yang termasuk discarded didominasi kasus Dengue, sisanya terkena infeksi bakteri, kelainan jantung, leukemia, dan lainnya.

Baca Juga: Ibu Mengamuk di Dispendukcapil SBD, Ombudsman NTT Soroti Pengancaman Oleh Pegawai

Tercatat bahwa kasus dugaan penyakit hepatitis ini tersebar di 22 provinsi dengan kasus terbanyaknya di DKI Jakarta sejumlah 12 kasus probable dan 3 kasus pending, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan 3 kasus probable, serta Jawa Tengah yang terdapat 2 kasus probable dan 2 kasus pending.

Dalam konferensi pers daring yang dilaksanakan Jumat, (16/9/2022), Syahril memaparkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang.

Selain itu, diketahui bahwa patogen pada pasien banyaknya ditemukan Epstein-Barr virus (EBV), 6 dari 29 pasien terdapat Cytomegalovirus (CMV), dan 5 dari 29 pasien mengalami Torque Teno virus.

Baca Juga: Klasemen Akhir Babak Grup ETMC, PSN Ngada Sempurna

Kemenkes telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima semua rujukan sampel bagi para pasien yang diduga hepatitis.

Kemenkes juga mengingatkan untuk tidak menunggu hingga gejala kuning muncul. Jika mengalami gejala demam, mual, muntah, dan/atau diare, segera bawa pasien ke rumah sakit atau puskesmas untuk memastikan apakah terjangkit hepatitis atau tidak. Pikiran-Rakyat.com/Tim PRMN 12.***

 

 

Baca Juga: Lagi, Santri Dicabuli: Pelakunya Oknum Ustaz

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat Ini Manfaat Konsumsi Madu 2 Sendok Sehari

Jumat, 25 November 2022 | 18:32 WIB

Resmi Membuka Pospenas IX, Begini Pesan Menag

Kamis, 24 November 2022 | 15:05 WIB

Wow Kanwil Kemenag Bali Raih Itjen Award 2022

Rabu, 23 November 2022 | 19:25 WIB
X