Belum Termasuk Kerusuhan Kanjuruhan, Gas Air Mata Penyebab 2 Tragedi Terburuk Sepak Bola

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:01 WIB
Belum Termasuk Tragedi Kanjuruhan, Ada 2 Tragedi Paling Buruk Di Dunia Sepakbola Karena Gas Air Mata ( foto: gorajuara/ tangkapan layar twitter/ @zyAuni ))
Belum Termasuk Tragedi Kanjuruhan, Ada 2 Tragedi Paling Buruk Di Dunia Sepakbola Karena Gas Air Mata ( foto: gorajuara/ tangkapan layar twitter/ @zyAuni ))

VICTORYNEWS SUMBA TIMURSepakbola bola tanah air sedang berduka menjelang kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan, sebelumnya ada 2 tragedi paling buruk didunia yang disebabkan gas air mata.

Berdasarkan sejarah 2 tragedi buruk didunia sebakbola karena gas air mata belum termasuk kerusuhan di kanjuruhan yang diduga karena hal yang sama saat Arema Malang berhadapan dengan Persebaya Surabaya.

2 tragedi paling buruk yang memakan korban ratusan orang karena gas air mata itu yakni Tragedi Lima, Peru tahun 1964 dan Tragefi Accra, Ghana tahun 2001.

Baca Juga: Tidak Main-Main, PSSI Akan Beri Sanksi Berat Buat Arema Malang: Korban Sudah Bertambah 130 Orang

Dikutip sumbatimur.victorynews.id dari Twiter @theflankerID mengatakan bahwa dalam keadaan darurat FIFA memperbolehkan lapangan permainan menjadi area evakuasi massa.

Artinya penonton tidak harus dipukul munfur ke tribun tetapi bisa diarahkan kepintu keluat lain yang harus melewati lapangan.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Joko Widodo Minta Menghentikan Laga

Lebih lanjut The Flanker menuliskan kesalahan memang tidak cuma dilakukan satu pihak tetapi kesalahan kolekti itu harusnya dihindarkan andai taat aruran.

"Lantas, harus ada yang bertanggung jawan dan bisa memastikan tak akan ada lagi tragedi disepakbola Indonesia," tulisnya.***

Halaman:

Editor: Sepritus TM

Sumber: Twiter @theflankerID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat Ini Manfaat Konsumsi Madu 2 Sendok Sehari

Jumat, 25 November 2022 | 18:32 WIB

Resmi Membuka Pospenas IX, Begini Pesan Menag

Kamis, 24 November 2022 | 15:05 WIB

Wow Kanwil Kemenag Bali Raih Itjen Award 2022

Rabu, 23 November 2022 | 19:25 WIB

Wamenag Nilai PMA 68 Solusi bagi Pemilihan Rektor PTKN

Jumat, 18 November 2022 | 21:53 WIB

Soal Covid 19, Jokowi Beri Pesan Jangan Lengah

Selasa, 15 November 2022 | 22:23 WIB
X