Soroti Usulan Kenaikan Biaya Ibadah Haji, Ketua BPKH: Masuk Akal

- Selasa, 24 Januari 2023 | 17:17 WIB
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah (kemenag.go.id)
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah (kemenag.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR – Usulan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji yang disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI beberapa waktu lalu terus mendapatkan sorotan.

Disampaikan Menag bahwa usulan tersebut diputuskan dengan sejumlah pertimbangan, yakni diantaranya biaya konsumsi, kesehatan, penginapan serta hal lainnya demi kenyamanan jemaah haji.

Baca Juga: Sering Disepelehkan, Bau Mulut Ternyata Dapat Menyebabkan Kanker

Menyikapi hal ini Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menerangkan bahwa kenaikan biaya haji yang ditanggung jemaah haji reguler sudah memenuhi nilai keadilan.

"Apa yang disampaikan Kementerian Agama sangat masuk akal. Sudah mempertimbangkan resiko," ujar Fadlul, Selasa (24/1/2023), dilansir dari laman Kementrian Agama.

Lebih lanjut, Fadlul menjelaskan penggunaan Nilai Manfaat dari BPKH dari tahun 2010-2019 selalu naik supaya biaya haji yang ditanggung jemaah tidak naik secara drastis.

Baca Juga: Pemkab Kupang Miliki 10 Pejabat Baru

"Tahun 2022 ada kenaikan biaya layanan haji yang signifikan dan itu tidak normal. Total biaya haji dari 70 jutaan jadi 90 jutaan. Karena tahun lalu kenaikan biaya tidak dibebankan ke jemaah, jadi penggunaan Nilai Manfaatnya yang naik dua kali lipat dari kondisi normal, ini masalahnya," lanjut Fadlul.

Fadlul juga menambahkan jika tahun 2023 biaya yang dibebankan ke jemaah tidak naik dan penggunaan Nilai Manfaat masih besar seperti tahun 2022, maka hak Nilai Manfaat dari jemaah haji pada tahun-tahun mendatang akan tergerus.

Baca Juga: Ribuan Putra-Putri TTS Padati Gor di Denpasar Bali

Fadlul juga menjelaskan bahwa masih ada diskusi lanjutan bersama DPR RI terkait berapa persen yang harus dibayar jemaah dan berapa persen yang harus dibebankan pada Nilai Manfaat. 

"Bisa dinego, gak ada masalah. Tapi apakah itu yang kita nginginkan? Kalau penggunaan Nilai Manfaat lebih dari 30 persen, maka akan menggerus nilai manfaat dari jemaah haji yang akan berangkat tahun-tahun selanjutnya. Apakah itu yang kita inginkan?" Tutup Fadlul.***

 

 

 

Halaman:

Editor: Miliadwi

Sumber: Kementrian Agama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penting, Ini Jadwal Ujian Calon PPPK Kemenag

Sabtu, 18 Februari 2023 | 03:47 WIB

Sah, Usulan Biaya Ibadah Haji Telah Disepakati

Kamis, 16 Februari 2023 | 15:50 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Dorong Penurunan Angka Stunting

Rabu, 15 Februari 2023 | 19:22 WIB

Lantik Pejabat Eselon II, Begini Pesan Menag

Rabu, 15 Februari 2023 | 18:59 WIB

Klinik Pratama Kemenag Gelar Seminar Mengenai Kanker

Selasa, 14 Februari 2023 | 23:55 WIB

Wow Menag Yaqut Hadiri Entry Meeting BPK RI

Kamis, 9 Februari 2023 | 21:48 WIB
X