Butuh Transplantasi Hati untuk Selamatkan Nyawa Pasien Hepatitis Misterius dengan Gejala Lanjutan

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 22:01 WIB
Ilustrasi. Anak-anak sedang mendapatkan perawatan medis.
Ilustrasi. Anak-anak sedang mendapatkan perawatan medis.

Dijelaskan Hanifah, antara hepatitis A, B, C, D, E dan kasus yang saat ini terjadi memiliki gejala berbeda.

Baca Juga: Perpisahan Angkatan V Ana Humba Community Gelar Pentas Seni Online

Hal itu karena bukan disebabkan virus hepatitis A, B, C dan E. Hepatitis akut berat itu menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, dan lebih banyak menyerang anak usia di bawah 10 tahun.

Gejala awal yang banyak dilaporkan adalah menyerang saluran pencernaan, seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.

"Berdasarkan laporan yang ada, gejala awalnya yaitu di Gastrointestinal (saluran cerna) terlebih dahulu. Kadang- kadang disertai demam ringan," kata Hanifah.

Baca Juga: Jesica Iskandar dan Vincent Verhaag Masih Rahasiakan Nama dan Jenis Kelamin Anak Pertama Mereka

Setelah gejala awal terjadi, biasanya yang akan terjadi yang ke arah hepatitis yaitu anak mengeluarkan air kecil seperti teh warnanya, air besarnya pucat, matanya atau kulitnya bila diperhatikan berwarna kuning.

Jika dokter pada saat memeriksa kadar SGOT atau SGPT yaitu enzim hati didapatkan salah satu atau kedua enzim itu meningkat di atas 500 gastrominal limit per mililiter (ml) dan berlanjut lagi gejalanya, pasien akan mengalami gangguan pembekuan darah.

Kemudian setelah itu, pasien anak akan mengalami penurunan kesadaran yang dapat berlanjut menjadi kematian bila pasien tidak dilakukan transplantasi hati.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Hepatitis Akut Misterius

Halaman:

Editor: Jumal Hauteas

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siang Ini, Bharada E Diperiksa Komnas HAM

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:03 WIB

Diamankan KPK, Kantor Bupati Pemalang Disegel

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:38 WIB

Sidang Perdana, Indra Kenz Hadir Secara Virtual

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:01 WIB
X