Mantan Kepala Staf Kopkamtib Jenderal (Purn) Widjojo Soejono Meninggal Dunia

- Jumat, 13 Mei 2022 | 00:08 WIB
Potret Ex Kepala Staf Kopkamtib Jenderal (Purn) Widjojo Soejono/google/wikipedia
Potret Ex Kepala Staf Kopkamtib Jenderal (Purn) Widjojo Soejono/google/wikipedia

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Mantan Kepala Staf Kopkamtib Jenderal (Purn) Widjojo Soejono meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (11/5/2022).

Hal ini dibenarkan melalui keterangan resmi Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa.

Prantara menuturkan jenazah Almarhum Widjojo Soejono akan disemayamkan di rumah duka Jalan Karang Asem 1 No. 4-6, RT. 08, RW. 002.

Baca Juga: Warga Desa Ngadu Langgi Segera Nikmati Penerangan Listrik

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis(12/5/2022) dengan judul "Jenderal Purn Widjojo Soejono Tutup Usia Pesan Untuk TNI Terungkap Ancaman China Jangan Dianggap Guyonan".


Widjojo Soejono meninggal dunia tepat pada usia 94 tahun, dan hanya dua hari setelah hari ulang tahun atau hari kelahirannya.

Sebagai orang yang terbilang dekat dan kerap berdiksusi dengan mendiang, Pengamat Militer Selamat Ginting pun mengungkapkan pesan yang pernah disampaikan Widjojo Soejono.

Baca Juga: Kabar Duka, Ibunda Kiki Farrel Meninggal Dunia

"Saya jumpa dengan beliau, bicara banyak lah tentang bagaimana kekurangan-kekurangan TNI dan lain-lain," ucapnya, Kamis, 12 Mei 2022.

"Saya beberapa kali ketika di rumahnya, kami membahas tentang potensi ancaman China di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Itu di kediaman beliau," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Ribuan Warga Hadiri Acara Peresmian Lapangan Rihi Eti Prailiu

Selamat Ginting pun mengatakan bahwa salah satu yang menjadi kekhawatiran terbesar Widjojo Soejono adalah potensi ancaman China di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Kekhawatiran dia atas potensi kuatnya ancaman China di Wilayah Asia-Pasifik, termasuk di Indonesia. Dia juga tidak melihat kasus bisnis China, hubungan ekonomi Indonesia dengan China tetap diteropong dalam kepentingan ketahanan nasional. Bagi dia adalah ini membahayakan, ancaman kita," tuturnya.

Baca Juga: Bupati Sumba Timur Janjikan Gelar Pacuan Kuda se-Sumba

"Jadi fokus terhadap ancaman China itu bukan main-main bagi dia, kita tidak bisa memprediksi apa yang terjadi 1-2 tahun atau 3 tahun ke depan," kata Selamat Ginting menambahkan.

Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman Widjojo Soejono selama di militer, banyak kasus yang tak terduga menjadi ancaman.

"Karena memang berdasarkan pengalaman-pengalaman dia selama menjadi militer, itu banyak, misalnya Jepang itu juga kan tidak kelihatan ketika akan masuk ke Indonesia tapi semuanya lewat cara-cara yang mustahil," ujar Selamat Ginting.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur Ikut Menari Tarian Kabokang

"Misalnya orang gila ditempatkan di bandara, di pelabuhan, dagang, dan segala macem. Kesannya ekonomi, olahragawan, pedagang, atau segala macam, dan ternyata itu adalah militer," ucapnya menambahkan.

Selamat Ginting kemudian menuturkan bagaimana perjuangan Widjojo Soejono sangat banyak untuk Indonesia, terutama ancaman dari China.

Baca Juga: RWT Minta Pemuka Agama Bantu Kampanyekan Penurunan Stunting

Saking khawatirnya, dia mengaku disuruh Widjojo Soejono untuk belajar bahasa mandarin agar bisa mempelajari ancaman tersebut.

"Kita bisa lihat bagaimana perjuangan Widjojo Soejono itu sangat banyak sekali, dan dalam pembelajaran dia memang kita tidak bisa mempersilakan begitu saja kepentingan bisnis tanpa mencurigai ada potensi-potensi ancaman," tutur Selamat Ginting.

Baca Juga: Bupati Sumba Timur Resmikan Lapangan Rihi Eti Prailiu

"Dia selalu mengkhawatirkan 'dek, kalau bisa anda belajar bahasa Mandarin untuk mempelajari ancaman-ancaman China', sampai seperti itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Selamat Ginting meminta agar TNI tidak lengah dan menganggap ancaman China sebagai candaan.

"Jadi tolong ini juga TNI, terutama atase kita di China juga harus yang lebih cerdas. Potensi ancaman itu bukan sekadar guyonan atau fobia terhadap China," katanya.

Baca Juga: Bupati Sumba Timur Pimpin Supervisi Lapangan Prailiu dengan Parade Kuda

"Dia (Widjojo Soejono) juga sudah menyaksikan peristiwa 65 sampai pecahnya peristiwa G 30SPKI. Masa kita tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan serupa pada tahun-tahun sebelumnya? ucap Selamat Ginting menambahkan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Hersubeno Point. (Eka Alisa Putri/Pikiran Rakyat). ***

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Achmad Yurianto Sangat Dekat dengan Ibunya

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:19 WIB

Inilah Biografi Achmad Yurianto!

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:22 WIB

Jokowi Mengaku Terpaksa Tekan Produsen Besar

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:41 WIB
X