Waspada PMK, Ratusan Sapi Asal NTT Tertahan di Pelabuhan Tanjuk Merak

- Jumat, 13 Mei 2022 | 10:26 WIB
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini tengah menyerang ribuan ternak di Jawa Timur dan Aceh.

Hal ini menyebabkan sejumlah kota menerapkan larangan pengiriman hewan ternak dari dan keluar wilayah untuk sementara waktu.

Aturan yang secara tiba-tiba ini membuat 736 sapi asal Nusa Tenggara Timur ke DKI tertahan di Pelabuhan Tanjuk Merak, Surabaya.

Baca Juga: Indah Permatasari Umumkan Kehamilan Anak Pertama : So happy and feel blessed!

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (13/5/2022) dengan judul "Akibat Wabah PMK Ratusan Sapi Asal NTT Tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya".

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan adanya aturan dadakan terkait pembatasan pengiriman hewan ternak akibat PMK membuat ratusan sapi tersebut tertahan.

Baca Juga: Pencurian dengan Kekerasan Marak di Waingapu, Masyarakat Diimbau Waspada

Untuk itu, ia meminta pemerintah memberikan solusi bagi pengusaha ternak, khususnya sapi yang saat ini tertahan di pelabuhan, supaya tidak mengganggu arus ekonomi yang saat ini sedang mengalami pemulihan usai diterjang pandemi.

Pasalnya, saat ratusan sapi tersebut dikirim dari NTT, pemerintah belum memberlakukan aturan PMK serta memberikan status kejadian luar biasa (KLB). Aturan tersebut baru diberlakukan ketika ratusan sapi tersebut sampai di pelabuhan.

Baca Juga: Simak Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Hepatitis Misterius Pada Anak

"Kami minta agar ada perlakuan khusus atau keringanan. Selain itu, sapi itu bukan dari luar negeri serta tidak bermasalah dalam perizinan. Ada info juga beberapa ekor mati," kata Adik, yang juga pengusaha asal Kota Batu itu, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sebelumnya, Jawa Timur menjadi daerah pertama di Indonesia yang ditemukan adanya penyakit mulut dan kuku pada sejumlah sapi.

Beberapa daerah di Jatim juga ditetapkan status KLB PMK, sehingga pemerintah setempat menerbitkan aturan penutupan masuk keluarnya hewan ternak di wilayah tersebut.

Baca Juga: Warga Desa Ngadu Langgi Segera Nikmati Penerangan Listrik

Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik menjadi daerah awal yang melaporkan adanya kasus PMK. Berdasarkan laporan, ada puluhan hewan ternak terinfeksi PMK di daerah tersebut.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian Gresik melaporkan total hewan yang terjangkit wabah PMK mencapai 810 ekor sapi, dari total populasi sapi yang diidentifikasi sebanyak 949 ekor. Dari jumlah tersebut, 15 ekor dilaporkan mati akibat terserang wabah PMK.

Baca Juga: Kabar Duka, Ibunda Kiki Farrel Meninggal Dunia

Ratusan sapi yang terserang PMK itu tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Gresik, antara lain Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.

Sementara untuk seluruh Jatim, Kementan melaporkan terdapat sekitar 3.205 ekor hewan ternak positif terinfeksi wabah PMK dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen yang tersebar di empat daerah, yakni Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto. (Yudianto Nugraha/ Pikiran Rakyat). ***


Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Achmad Yurianto Sangat Dekat dengan Ibunya

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:19 WIB

Inilah Biografi Achmad Yurianto!

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:22 WIB

Jokowi Mengaku Terpaksa Tekan Produsen Besar

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:41 WIB
X