Nyambi Jualan Narkoba, Petani Kopi di Rejang Lebong diamankan Polisi

- Jumat, 13 Mei 2022 | 21:54 WIB
Ilustrasi sabu-sabu/google/Tirto.Id
Ilustrasi sabu-sabu/google/Tirto.Id

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Pihak Kepolisian Rejang Rebong mengamankan seorang petani kopi karena menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Petani kopi berinisial SA mengakui awal mulanya ia terlibat narkoba pengaruh temannya.

Meski sempat berupaya melarikan diri SA berhasil diringkus di sekitar kediaman pribadinya.

Baca Juga: Tiga Nama Pengganti Gubernur Anies Dibocorkan Politisi PAN Sebagai PJ Gubernur, Berikut Namanya

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (13/5/2022) dengan judul "Petani kopi di bengkulu ditangkap polisi karena jual narkoba".

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan yang didampingi KBO Satuan Reserse Narkoba Ipda Heryan Effendi mengatakan bahwa tersangka berinisial SA (32) merupakan warga Desa Karang Baru, Kecamatan Padang Ulang Tanding, Bengkulu.

Baca Juga: Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khalifa Meninggal Dunia

Menurut Tonny, saat hendak ditangkap di kediamannya, tersangka berusaha melarikan diri melalui pintu belakang namun SA bisa langsung diamankan polisi.

Petugas kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan petani kopi tersebut, mulai dari paket yang diduga sabu-sabu hingga plastik klip bening.

"Selain berhasil mengamankan tersangka dari kediamannya, petugas juga mengamankan barang bukti satu paket ukuran sedang diduga sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening," katanya.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Bogor Ade Yasin

Petugas kepolisian mengamankan satu paket sedang sabu-sabu, satu lembar plastik bening, empat lembar plastik klip bening ukuran kecil, kaca pyrex, sekop terbuat dari pipet plastik, telepon genggam, hingga uang Rp883.000.

Sementara itu, KBO Satres Narkoba Ipda Heryan Effendi menambahkan tersangka yang merupakan petani kopi itu telah mengedarkan sabu-sabu sejak lima bulan lalu. 

Baca Juga: Kemenkes Tambah Tiga Vaksin Di BIAN

Menurut keterangan tersangka, awal mula mengedarkan sabu-sabu lantaran diajak oleh teman dan tergiur dengan keuntungan yang besar.

Heryan menuturkan, atas perbuatannya menjadi pengedar narkoba, petani kopi itu dijerat atas pelanggaran Pasal 112 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hingga 12 tahun dan denda Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Baca Juga: Ada Potensi Hujan di Sumba Hingga Pukul 21.00 Wita

"Tersangka ini masuk kategori pengedar, sedangkan untuk asal barang dan peredarannya saat ini masih dalam pengembangan," katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara. (Yunita Amelia Rahma/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Achmad Yurianto Sangat Dekat dengan Ibunya

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:19 WIB

Inilah Biografi Achmad Yurianto!

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:22 WIB

Jokowi Mengaku Terpaksa Tekan Produsen Besar

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:41 WIB
X