Terdampak PMK, Harga Ternak di Tulungagung 2 juta per ekor

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:59 WIB
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Penularan wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) kian menghantui peternak di Indonesia.

Penemuan kasus PMK yang sudah sejak bulan April 2022 berawal dari Jawa Timur hingga kini masih terus berlangsung.

Akibatnya harga jual ternak menurun drastis karena hambatan perdagangan dan juga biaya pengendalian penyakit melalui obat dan vaksin.

Baca Juga: Selalu Finish 10 Besar dalam 3 Tahun Terakhir, Tim Suzuki Bakal Absen di Musim 2023

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Sabtu (14/5/2022) dengan judul "Dampak wabah PMK harga ternak di Tulungagung turun hingga 2 juta per ekor".

Beberapa daerah di Indonesia bahkan telah melaporkan PMK telah menjangkiti sejumlah hewan ternak di wilayahnya.

Baca Juga: Waspada, Virus Hepatitis Misterius Sudah Masuk Indonesia

Merebaknya wabah PMK, membuat sejumlah hewan ternak mati dan sebagian besar lainnya harus diisolasi. 

Adapun dampak PMK bukan hanya dialami hewan ternak yang terjangkit, melainkan para peternak. 

Harga jual ternak sapi di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan akibat wabah PMK di sejumlah daerah Jawa Timur. 

Baca Juga: Tiga Nama Pengganti Gubernur Anies Dibocorkan Politisi PAN Sebagai PJ Gubernur, Berikut Namanya

Seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Ngunut Tulungagung, Yusuf menyebutkan bahwa penurunan harga ternak sapi berada di kisaran Rp1 juta per ekor. 

Menurut Yusuf merebaknya wabah PMK menyebabkan penjualan menjadi turun sehingga berdampak pula pada penurunan harga ternak.

"Mungkin banyak warga atau pembeli yang menahan diri tidak beli daging sapi konsumsi sehingga berdampak pada penjualan ternak secara luas," kata Yusuf.

Baca Juga: Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khalifa Meninggal Dunia

Apalagi, kata dia, mayoritas pembeli sapi di Tulungagung dari luar daerah yang sudah terpapar PMK. 

Seorang pedagang sapi lain bernama Muchlas mengaku wabah PMK bahkan menyebabkan penurunan harga sapi hingga Rp2 juta per ekor.

"Penurunan harga bahkan bisa mencapai Rp2 juta per ekor, " katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Bogor Ade Yasin

Penurunan nilai terjadi ketika sapi dijual ke jagal atau pelaku usaha daging konsumsi yang memiliki tempat pemotongan hewan sendiri.

Menurutnya, di Tulungagung belum ditemukan adanya kasus ternak yang terjangkit PMK.

Namun, kata dia, meluasnya kasus PMK di beberapa kabupaten atau kota di Jawa Timur telah menyebabkan penjualan ternak mengalami penurunan, terlebih pasar-pasar hewan ditutup sementara. (Yunita Amelia Rahma/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Achmad Yurianto Sangat Dekat dengan Ibunya

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:19 WIB

Inilah Biografi Achmad Yurianto!

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:22 WIB

Jokowi Mengaku Terpaksa Tekan Produsen Besar

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:41 WIB
X