Bentuk Tim Sinergisitas, Wadah Koordinasi Kementrian dan Lembaga Pelaksana Program Penanggulangan Terorisme

- Kamis, 19 Mei 2022 | 11:47 WIB
Ilustrasi/Tim Detasemen 88 Antiteror Polri
Ilustrasi/Tim Detasemen 88 Antiteror Polri

 

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Pemerintah Indonesia akan membentuk tim sinergisitas untuk menanggulangi terorisme.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjembatani koordinasi Kementrian dan Lembaga Pelaksana Program Penanggulangan Terorisme.

Hal ini tertuang dalam Kepmenko Polhukam Nomor 22 Tahun 2022.

Baca Juga: Belalang Kumbara Berimigrasi Ke Weemanada, Jagung Warga Jadi Sasaran

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis (19/5/2022) dengan judul "Tanggulangi terorisme pemerintah akan bentuk tim sinergisitas".

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Mitigasi Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Andra Notohamijoyo menjelaskan bahwa tim sinergitas dibentuk atas kerjasama kementerian atau lembaga dengan pemerintah daerah untuk memberantas dan mencegah terorisme di setiap daerah.

"Tim Sinergisitas adalah pelibatan secara aktif K/L dan Pemerintah Daerah dalam upaya penanggulangan terorisme melalui pendekatan halus dari hulu ke hilir sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing," katanya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Kemenko PMK.

Baca Juga: Diki Warandoi: Pelajar dan Pengajar Harus diberi Ruang Untuk Belajar Alat Musik Tradisional Sumba!

Ia menyampaikan kementerian dan pemerintah daerah nantinya akan mempertajam tim tersebut secara operasional dan konseptual.

“Diharapkan rencana aksi dari kementerian atau lembaga dapat diimplementasikan dengan lebih optimal dan membawa manfaat maksimal serta perlu mempertajam sinergitas baik secara konseptual maupun operasional yang mana dalam prakteknya nanti dapat berjalan secara berkelanjutan sesuai kesepakatan bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Sinergitas Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Chairul Anwar menjelaskan salah satu penerapan dari tim Sinergisitas yaitu dengan membangun kawasan Terpadu Nusantara.

Baca Juga: GMKI Cabang Kupang Gelar Orientasi Pengurus Komisariat

"Salah satu bentuk implementasi rencana aksi penanggulangan terorisme ini dengan membangun Kawasan Terpadu Nusantara yang mana nantinya dapat berfungsi sebagai sarana reintegrasi sosial bagi mitra deradikalisasi agar memiliki kemandirian ekonomi serta diharapkan mampu mencegah radikalisme dan terorisme melalui transformasi mindset," ujar Andra.

Kawasan Terpadu Nusantara atau KTN merupakan usaha pemerintah untuk menanggulangi terorisme dan radikal berbasis kesejahteraan.

KTN juga dibentuk sebagai wadah kolaborasi dan sebagai fasilitas untuk menyelenggarakan kegiatan dialogis penanaman nilai kebangsaan dengan konsep Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI atau Warung NKRI.

Baca Juga: 5 Tempat Nongkrong Yang Wajib Anda Kunjungi Saat Ke SBD

Selain itu, untuk meningkatkan ketahanan masyarakat Indonesia dari paham ideologi radikal, BNPT pada bulan Mei 2022 telah melaksanakan kegiatan Ekspresi Indonesia Muda di Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

BPNT juga berencana akan mengadakan kegiatan Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BING) sebagai upaya pencegahan masuknya paham radikal dan terorisme terhadap anak muda Indonesia. (Zakiyyatunnisa/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Moeldoko Ajak Masyarkat Eling lan Waspodo

Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:17 WIB

2023, Ini yang Akan Dikerjakan PUPR. Ada Proyek Besar

Jumat, 19 Agustus 2022 | 00:56 WIB
X