Kelonggaran Bebas Masker, Jubir Vaksinasi Covid19: Setelah Pengamatan Kondisi Global

- Kamis, 19 Mei 2022 | 22:38 WIB
Ilustrasi Covid19
Ilustrasi Covid19

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Kebijakan pelonggaran bebas masker dinilai masih terlalu dini.

Langkah ini ditempuh pemerintah Indonesia melihat angka kasus covid yang berada dalam fase stabil bahkan menurun.

Meski demikian kebijakan ini tetap menuai pro dan kontra.

Baca Juga: Kesempatan Bagi Mahasiswa Indonesia mengenyam Pendikan Luar Negeri sekaligus Mendapatkan Pengalaman Praktek

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis (19/5/2022) dengan judul "Bebas masker diluar ruangan dinilai terlalu cepat kemenkes sudah melalui pengkajian dan pengamatan".

Menyikap itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kebijakan bebas masker di luar ruangan tersebut tidak ditetapkan secara serampangan.

Melainkan telah melalui tahap pengkajian dan pengamatan terhadap kondisi pandemi Covid-19 saat ini di Indonesia.

Baca Juga: Jakarta vs Everybody, Jefri Nichol Akui Gugup Bersama Wulan Guritno

"Kebijakan untuk pelanggaran penggunaan masker tentunya bukan diambil tanpa memperhitungkan, demikian juga bukan tanpa kajian dari data yang terjadi di lapangan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Kamis, 19 Mei 2022.

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pengamatan terhadap kondisi global.

Seperti yang diketahui, kebijakan bebas masker di luar ruangan sebelumnya telah diterapkan di negara lain seperti Amerika, Inggris, Italia, dan Singapura.

Baca Juga: Ternyata Mengidolakan Selebriti Secara Berlebihan Itu Berbahaya

"Kita telah memonitor setelah negara-negara tersebut melakukan kebijakan sedemikian rupa, dan melihat apa yang terjadi terhadap kasus Covid 19-nya," tandasnya.

"Ini sedang kita pelajari, walaupun saat kami lihat negara tersebut mendapatkan peningkatan kasus Covid-19 ketika melakukannya. Namun tidak membahayakan atau memberatkan fasilitas Kesehatan yang berada,” sambungnya lagi.

Selain itu, pemerintah juga mengamati kesiapan masyarakat dalam beradaptasi dari pandemi menuju endemi.

Baca Juga: Aktivitas Letusan Matahari Diprediksi Akan Terus Meningkat

Mengingat masyarakat sebelumnya telah menerapkan kebiasan baru berupa rutin memakai masker selama pembatasan akibat Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Kendati demikian, Nadia menjelaskan bahwa kebijakan bebas masker di luar ruangan bersifat imbauan belaka.

"Sementara pemakaian masker di tempat-tempat tertutup, hampir di sebagian besar negara itu masih menjadi suatu kewajiban," tutur dia. (Raider Satria Paulus/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trending Twitter, Ade Armando: Arema Sok Jagoan!

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:49 WIB
X