Waspada! Ratusan Ternak di Lombok Tengah Terjangkit Wabah PMK

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:22 WIB
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com
Sejumlah ternak yang terjangkit wabah PMK/google/detik.com

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kian merebak ke Nusa Tenggara Barat.

Penyakit yang menyerang terknak ini telah menjangkiti setidaknya 600 ekor sapi di wilayah Lombok Tengah.

Saat ini pemerintah tengah berupaya untuk terus melakukan penyemprotan disinfektan bagi ternak yang telah terpapar PMK.

Baca Juga: Cacar Monyet Bisa Menyebabkan Kematian, Berikut Penyebab dan Gejala Yang Mesti Anda Tahu

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (20/5/2022) dengan judul "Wabah kian meluas 7 desa di 4 kecamatan lombok tengah laporkan 600 sapi terkena pmk".

Jumlah tersebut mengalami lonjakan dari awal kemunculan kasus PMK di Lombok di Tengah sebanyak 63 ekor di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah.

"Total ternak sapi yang terkena PMK itu telah mencapai 600 ekor. Namun, ratusan telah sembuh setelah dilakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan," kata Kepala Dispertanak Lombok Tengah Lalu Taufikurahman di Praya, Jumat.

Baca Juga: Simak Syarat dan Mekanisme Pendaftaran Lomba Menulis Opini Walhi NTT

Dia menjelaskan pada awalnya, 63 sapi yang terpapar PMK di Desa Kelebuh terus meluas hingga menjangkiti 378 sapi yang tersebar di empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Kelebuh, di Kecamatan Praya Tengah. Serta Desa Sukarara, Desa Barejulat, dan Desa Puyung di Kecamatan Jonggat.

Kemudian, data terakhir sampai saat ini, kata dia, wabah PMK kembali meluas di tujuh desa dalam empat kecamatan.

"Jadi PMK itu mulai meluas di tujuh desa di empat kecamatan," ujar Lalu Taufikurahman, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: Melahirkan Anak Pertama, Rihanna Masih Rahasiakan Nama Putranya

Lalu merinci tujuh desa yang telah terpapar wabah PMK tersebut antara lain empat desa di Kecamatan Jonggat, yakni Desa Puyung, Barejulat, Sukarara dan Nyerot.

Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur, Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah, dan Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat.

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah PMK, dia menyampaikan pemerintah daerah melakukan dua upaya. Pertama, menutup sementara semua pasar hewan di daerahnya untuk membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar masuk ternak.
Kedua, melakukan pengobatan massal pada ternak sapi yang telah terpapar PMK, serta melakukan lockdown pada sejumlah kandang.

Baca Juga: Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Walhi NTT Gelar Lomba Menulis Opini

"Kita imbau masyarakat juga tidak perlu panik, karena sampai saat ini tidak ada ternak sapi yang mati terkena wabah PMK tersebut. Pasar hewan Batunyala dan Barabali untuk sementara waktu ditutup," katanya.

Hingga saat ini, dinas terkait telah melaporkan sekitar 168 sapi dinyatakan telah mulai sembuh dari paparan wabah PMK. Ratusan sapi tersebut sembuh usai dilakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan, sedangkan ratusan sapi lainnya masih dalam proses pengobatan. (Yudianto Nugraha/Pikiran Rakyat).**

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahas RAPBN 2023, Menkeu: Desainnya Harus Fleksibel

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:59 WIB

Update Covid-19 Hari Ini

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:01 WIB

Hadir di Mako Brimob, Putri Chandrawathi Minta Doa

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:50 WIB

340 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Banyuasin

Minggu, 7 Agustus 2022 | 17:04 WIB

Dibawa ke Tempat Khusus, Ferdy Sambo Tidak Sendiri

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:25 WIB
X