Kunjungi Pasar Muntilan, Jokowi Cek Langsung Harga Minyak Goreng

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:37 WIB
Presiden Joko Widodo/Instagram
Presiden Joko Widodo/Instagram

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Iriana mengunjungi Pasar Muntilan, Sabtu (21/5/2022).

Jokowi ingin meninjau langsung harga minyak goreng curah di Pasar Muntilan, Magelang.

Tak hanya mengecek minyak, Jokowi juga sempat berbelanja rempah dan sayur mayur lainnya.

Baca Juga: Waspada PMK Menjelang Hari Raya Idul Adha, Simak Penjelasan MUI Yogyakarta

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Sabtu (21/5/2022) dengan judul "Jokowi tawar harga sayur saat belanja dipasar muntilan magelang".

Pengecekan harga minyak goreng curah dilakukan Jokowi jelang dibukanya keran ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan minyak goreng pada 23 Mei 2022, setelah ditutup sejak 28 April 2022.

Salah satu alasan Jokowi membuka kembali ekspor CPO dan minyak goreng adalah harga minyak goreng curah yang sudah turun dari Rp19.800 per liter menjadi Rp17.200-17.600 per liter.

Baca Juga: Jokowi Mengaku Terpaksa Tekan Produsen Besar

Saat berkunjung ke Pasar Muntilan hari ini, Jokowi mendapat keterangan dari salah satu pedagang bahwa harga minyak goreng curah yang dijualnya adalah Rp14.500 per liter.

"Kalau satu kilogram, Rp15.000," sebut pedagang bernama Titin Suryani kepada Jokowi.

Seusai mengecek harga minyak goreng curah, Jokowi dan istrinya berbelanja sayur-mayur.

Baca Juga: Menteri PUPR Sebut Infrastruktur Indonesia Masih Tertinggal

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari laman Sekretariat Kabinet, Jokowi sempat menawar harga sayur kepada seorang pedagang.

Meski harga sayurannya ditawar, pedagang tersebut menanggapinya dengan santai karena paham Jokowi hanya bergurau.

"Harga sayurannya Rp10.000, 'Rp7.000, ya?' kata Presiden begitu. Kita tahu Presiden cuma bercanda, terus kami dikasih uang," sebut pedagang bernama Pur.

Baca Juga: Yerusalem Comeback Tumbangkan Efrata 4 - 3

Jokowi dan Iriana juga berbelanja rempah seperti bawang, pare, dan kunyit. Keduanya juga membeli bakul yang terbuat dari bambu.

"Dikasih Rp100.000 padahal harga bakulnya Rp15 ribu," sebut penjual bakul bernama Almisih. (Rio Pangestu/Pikiran Rakyat).***

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X