Cegah Wabah PMK, Kementrian Pertanian Terapkan SOP!

- Minggu, 22 Mei 2022 | 12:22 WIB
Syahrul Yasin bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam mengatasi wabah PMK/Instagram/@syahsinlimpo
Syahrul Yasin bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam mengatasi wabah PMK/Instagram/@syahsinlimpo

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin optimis menekan laju penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak.

Hal ini dilakukan terlebih menjelang hari raya Idul Adha dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak.

Dalam mengawasi lalu lintas ternak Syahrul Yasin menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca Juga: Sempat Menjalani Operasi dan Kemoterapi, Ari Lasso Kembali Manggung!

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Minggu (22/5/2022) dengan judul "Virus pmk kian meluas kementan perketat lalu lintas hewan ternak".

Ia juga akan memastikan setiap hewan ternak yang keluar masuk melalui pelabuhan terhindar dari virus PMK yang saat ini sedang mewabah di Indonesia.

Sebagai bentuk pengawasan terhadap virus PMK, Kementan bersama Badan Karantina Pertanian dan sejumlah Polri mengunjungi dan melakukan pengecekan hewan ternak yang datang dan keluar di Pelabuhan Merak Cilegon, Banten.

Baca Juga: Begini Cara Traditional Masyarakat Sumba Timur Menyimpan Cadangan Makanan

“Di Cilegon kita bisa melihat adanya aplikasi digital untuk mempermudah proses yang ada. Tempat ini juga melakukan pemeriksaan secara maksimal yang dibantu oleh dokter hewan sehingga tidak boleh ada kontaminasi dari PMK yang bisa kita abaikan. Bahkan sampel darah dan pemeriksaan lab kita akan maksimalkan di tempat ini,” katanya.

Selain itu, kata Syahrul, setiap mobil yang mengangkut hewan ternak yang akan masuk ke Pulau Jawa harus melakukan desinfeksi terlebih dahulu.

Melalui pemeriksaan tersebut, nantinya hewan ternak yang mengalami masalah atau tidak sesuai SOP dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Finlandia Diterpa Masalah, Rusia Pastikan Hentikan Pasokan Gas

Kementan juga telah menyiapkan tempat instalasi karantina bagi hewan ternak yang gagal dalam pemeriksaan.

“Oleh karena itu, saya yakin ketika idul qurban akan lebih ketat lagi, tetap tidak menambah susah. Instalasi karantina untuk menyembuhkan kita memiliki back up yang cukup. Saat ini karantina seluruh Indonesia siaga satu sampai 14 hari ke depan untuk memutus virus yang bisa berkembang lebih jauh," ujar Syahrul.

Lebih lanjut, hingga saat ini Syahrul mengatakan setiap langkah dan upaya yang dilakukan telah dilakukan pihaknya dan pemerintah terhadap hewan ternak mengalami dampak yang positif.

Baca Juga: Ini Sasaran Lengkap Pelaksanaan BIAN 2022 di Sumba Timur

Kata Syahrul, hewan yang sebelumnya sudah terjangkit positif PMK, saat ini sudah dinyatakan negatif dan sembuh setelah melakukan proses dan uji kesehatan dari tim medis.

“Saya ingin melaporkan kepada teman-teman media, sekarang PMK yang ada di seluruh Indonesia cenderung sembuh. Kesembuhannya maksimal, bahkan akhir-akhir ini kita tidak mendengar kematian,” katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Ia juga menyampaikan setiap daerah dengan zona merah PMK akan mendapatkan protokol yang ketat. Lalu lintas hewan ternak juga masih tidak diperbolehkan untuk mencegah penyebaran PMK.

Baca Juga: 65.926 Anak jadi Sasaran Pelaksanaan BIAN di Sumba Timur

Masyarakat setempat juga tidak dibebaskan untuk keluar masuk daerah sampai inkubasi virus dicabut kembali oleh pemerintah.
(Zakiyyatunnisa Dhiya/Pikiran Rakyat).***



Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X