Waspada Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Terapkan Hidup Sehat

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:22 WIB
Waspada penyakit Monkeypox atau cacar monyet ! (https://twitter.com/ditpromkes)
Waspada penyakit Monkeypox atau cacar monyet ! (https://twitter.com/ditpromkes)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Wabah penyakit cacar monyet atau monkeypox diwaspadai masyarakat Indonesia.

Pemerintah himbau masyarakat agar terapkan pola hidup bersih dan sehat guna menjaga imunitas tubuh.

Tak hanya itu guna mengatasi kekhawatiran, pemerintah membentuk Satgas khusus untuk mencegah masuknya cacar monyet ke Indonesia dengan Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr. Hanny Nilasari.

Baca Juga: Terbukti Lakukan Pencurian dengan Pemberatan, Kering Mau Divonis 7 Tahun Penjara

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (5/8/2022), dengan judul "demi pencegahan monkeypox di indonesia idi bentuk satgas cacar monyet".

Gambaran pasien yang sudah dilaporkan ke WHO 99,5 % adalah laki-laki terjadi pada kelompok gay,biseksual. Dan sekitar 4 % kasus yang pernah dites HIV memiliki status HIV positif.

Gejala pada penyakit cacar monyet ini awalnya adalah demam. Gejala ringannya biasanya berlangsung 2-3 minggu.

Namun jika demamnya berlanjut akan dilanjutkan pemeriksaan PCR lalu dipantau apakah ada ruam yang berisi cairan dan berbentuk bulat kecil yang bisa muncul di wajah,alat kelamin dan tubuh bagian mana pun.

Baca Juga: Terima Komunitas Peduli Pariwisata Flores, Ini Komentar Gubernur NTT

Adapun faktor-faktor yang membuat orang rawan terkena cacar monyet ,yaitu :

• Punya banyak pasangan seksual

• Bepergian ke daerah Endemik yang memiliki tingkat penyakit cacar monyet tinggi.

"Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit atau cairan pada cacar. Kemudian droplet pernapasan." Kata Jubir Kemenkes Mohammad Syahril.

Walaupun Indonesia belum ada yang mengalami penyakit cacar monyet ini, namun perlu kewaspadaan untuk mencegah penyakit ini.

Baca Juga: Kesal Neneknya Tidak Dapat BLT, Cucu Adukan Perlakuan Kades di Medsos

Menurut Siti Nadia Tarmizi, Sesditjen Kementerian Indonesia akan memperkuat pengawasan di masyarakat,serta mendeteksi dini satwa liar seperti tupai, tikus, gambia,  monyet dan kera.

Nadia juga menghimbau masyarakat jika bepergian ke luar negeri tidak memakan hewan-hewan liar. Serta tidak berdekatan dengan orang-orang yang memiliki penyakit gejala cacar monyet.

"Kalau melakukan perjalanan ke negara endemis tidak makan-makanan hewan liar, tidak mengolah hewan liar tapi menggunakan alat perlindungan yang standar dan tidak berdekatan dengan orang yang memiliki gejala monkeypox,” ujarnya.

Baca Juga: Kedatangan Wijnaldum Begini Formasi AS Roma, Kandidat Juara Serie A

Namun upaya pencegahan selanjutnya adalah membentuk satgas cacar monyet yang dibentuk oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Dimana sebagian anggotanya berprofesi sebagai IDI.

Satgas ini akan berkerja sama dengan Kementrian Kesehatan dan organisasi profesi lainnya. Selain dengan IDI, juga dengan organisasi lainnya. Seperti Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (Perdoski).Pikiran-Rakyat.com/Winda Sekar Mustika.***

 

 

 

 

Baca Juga: Ke SBD Jangan Lupa Jambangi Hutan Watumbolo, Ada Deretan Lopo Tempat Istirahat

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahas RAPBN 2023, Menkeu: Desainnya Harus Fleksibel

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:59 WIB

Update Covid-19 Hari Ini

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:01 WIB

Hadir di Mako Brimob, Putri Chandrawathi Minta Doa

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:50 WIB

340 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Banyuasin

Minggu, 7 Agustus 2022 | 17:04 WIB

Dibawa ke Tempat Khusus, Ferdy Sambo Tidak Sendiri

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:25 WIB
X