Mahfud MD Pastikan Dugaan Tindak Pidana Ferdi Sambo Tetap Jalan Setelah Ditahan Provos

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:44 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD mejelaskan penempatan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo di Mako Brimob tidak menghalangi proses pidana. (tangkapan layar instagram @Mahfud MD)
Menkopolhukam Mahfud MD mejelaskan penempatan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo di Mako Brimob tidak menghalangi proses pidana. (tangkapan layar instagram @Mahfud MD)
VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam), Prof. Mahfud-MD">Mahfud MD ikut angkat bicara terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo.
 
Mahfud-MD">Mahfud MD menegaskan Irjen Ferdi Sambo saat ini sudah ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob untuk penanganan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Irjen Ferdi Sambo atas kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias J.
 
 
Menurut Mahfud-MD">Mahfud MD, penempatan Irjen Ferdi Sambo di mako Brimob saat ini untuk pemeriksaan pelanggaran kode etik karena kematian Brigadir J terjadi di rumah dinasnya di Duren 3 Jakarta Selatan.
 
Namun Mahfud-MD">Mahfud MD menegaskan penempatan Irjen Ferdi Sambo di Mako Brimob tidak akan menghalangi dugaan tindak pidana terhadap Irjen Ferdi Sambo yang sedang dilakukan oleh tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
 
Dijelaskannya menurut hukum pelanggaran etik dan pelanggaran pidana itu bisa sama-sana jalan, tidak harus saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan.
 
"Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan. Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar," tegas Mahfud-MD">Mahfud MD dikutip sumbatimur.victorynews.id dari akun Instagramnya Minggu (7/8/2022).

Mahfud mencontohkan pada kasus hakim Mahkama Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang lalu, baik pelanggaran etik dan pidananya berjalan bersama-sama.
 
 
Dimana saat Akil Mochtar ditahan karena sangkaan korupsi setelah di-OTT maka tanpa menunggu selesainya proses pidana, pelanggaran etiknya diproses sehingga Akil Mochtar diberhentikan terlebih dahulu dari jabatannya sebagai hakim MK melalui sanksi etik.
 
Ditambahknnya setelah Akil Mochtar diberhentikan dari hakim MK beberapa lama setelah itu barulah dijatuhi hukuman pidana, dan itu juga yang terjadi dengan Irjen Ferdi Sambo saat ini.
 
 
Menurutnya pemeriksaan pidana itu lebih rumit sehingga membutuhkan waktu lebih lama dari pemeriksaan pelanggaran etik.
 
Karenananya Mahfud mengimbau agar publik tak perlu khawatir, sebab penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah pencepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu.***
 
 
 
 

Editor: Jumal Hauteas

Sumber: instagram @mohmahfudmd

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah, Ini Rinciannya

Sabtu, 26 November 2022 | 23:27 WIB

Korban Gempa Cianjur, Ini Update Terbarunya

Jumat, 25 November 2022 | 12:51 WIB
X