Update Covid-19 Hari Ini

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:01 WIB
Data situasi COVID-19 di Indonesia, Minggu (7/8/2022) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. (Satgas COVID-19)
Data situasi COVID-19 di Indonesia, Minggu (7/8/2022) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. (Satgas COVID-19)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Pandemi Covid-19 tak kunjung selesai sejak tahun 2020.

Masyarakat pun beraktivitas dengan tetap menjalankan berbagai protokol kesehatan yang ada.

Tidak saja demikian, sejumlah perkantoran masih menerapkan sistem Work From Home (WFH) secara bergilir.

Baca Juga: Datangi Mako Brimob, Putri Candrawathi Mengaku Tulus Mencintai Irjen Ferdy Sambo

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Minggu (7/8/2022) dengan judul "update covid-19 jakarta masih duduki posisi penambahan kasus tertinggi capai 1824 orang".

Diketahui, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah yang menduduki kasus baru Covid-19 tertinggi dengan mencapai 1.824 orang.

Selain DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Banten juga disebut sebagai dua wilayah yang memiliki angka kasus tertinggi dengan rincian yaitu, masing-masing 752 orang dan 640 orang.

Disusul oleh Jawa Timur sebanyak 375 kasus baru dan Bali 161 kasus baru.

Baca Juga: Hadir di Mako Brimob, Putri Chandrawathi Minta Doa

Sementara, DKI Jakarta juga menduduki kasus kesembuhan Covid-19 tertinggi yang mencapai 3.004 orang, diikuti oleh Jawa Barat sebanyak 593 orang dan Banten 406 orang.

Jawa Timur serta Bali juga menjadi dua wilayah yang memiliki kasus kesembuhan Covid-19 tertinggi dengan rincian masing-masing 386 orang dan 138 orang.

Sedangkan, untuk kasus kematian per Minggu, 7 Agustus 2022, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat bahwa 13 orang dinyatakan meregang nyawa akibat virus mematikan itu.

Baca Juga: Ini Rumus 3M Menuju Sukses Menurut Direktur Maju Jaya Group, Yohanes Ngongo

Terkait situasi pandemi yang tak kunjung usai dan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono pun memberikan tanggapannya.

Ia menilai bahwa masyarakat Indonesia harus peduli dengan situasi tersebut. Caranya, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Yang pertama melakukan surveilans dengan baik. Yang kedua kepedulian terhadap protokol kesehatan jangan berkurang," katanya, dikutip dari Antara, Minggu, (7/8/2022).

Baca Juga: Pastikan Anggaran Aman, Mahfud MD Imbau Masyarakat Bergembira Songsong Pemilu 2024

Selain menerapkan protokol kesehatan, pihak Pemerintah Indonesia sendiri telah meminta warganya untuk segera menerima vaksin hingga dosis ke-tiga atau booster.

Sebagai informasi, pemerintah mulai menggencarkan vaksin di seluruh wilayah Indonesia sampai warganya benar-benar menerima vaksin booster.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun telah mengizinkan anak usia belia, yaitu 16-18 tahun untuk menerima vaksin booster. Terlebih bagi mereka yang rentan terkena penyakit atau tertular virus.

Baca Juga: Laga Lawan Shakhtar Jadi Laga Perkenalan Pemain AS Roma, Ada Pemain Baru 

"Ini keputusan yang sangat tepat dan hasil yang didapat BPOM dalam mengujinya (dosis vaksin) lebih klinis. Memang tidak jauh berbeda dengan negara lain yang sudah lebih dulu memberikan vaksin booster," ujar Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky.

Hingga saat ini, Satuan Tugas (SatgasCovid-19 mencatat bahwa warga penerima vaksin hingga booster di Indonesia telah bertambah 323.760 orang.

Sehingga, secara keseluruhan, capaian vaksin hingga dosis ketiga di Indonesia sendiri menyentuh angka 57,44 juta jiwa. Pikiran-Rakyat.com/Egista Hidayah.***

 

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Premier League Hari Ini, MU vs Brighton Paling Disorot

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X