Wow Kabar Gembira, Mendag Sebut Harga Mie Instan Tetap Stabil

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:57 WIB
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (Dok. Kementerian Perdagangan. )
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (Dok. Kementerian Perdagangan. )

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ungkap bahwa harga mie instan akan naik  3 kali lipat pada, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya hal ini disebabkan karena dampak dari perang Rusia dan  Ukraina.

Sontak hal ini menyita perhatian dari berbagai kalangan yang tak luput dari curhatan hati anak kos.

Baca Juga: Pemeriksaan Ferdy Sambo Kembali Dijadwalkan Komnas HAM Siang Ini

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis (11/8/2022) dengan judul "mendag zulkifli hasan bantah isu kenaikan mie instan tiga kali lipat justru september akan turun".

Mentan mengatakan harga mie instan akan naik tiga kali lipat karena bahan bakunya, yakni gandum mengalami lonjakan harga.

Kata dia, saat ini ada kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa disalurkan ke berbagai negara imbas dari perang antara Rusia-Ukraina.

Sementara Indonesia adalah salah satu negara yang bergantung pada impor gandum.

Baca Juga: Diskusi Bersama Mahasiswa, Anies Minta Masukan Bangun Jakarta

"Besok harganya (mie instan) harganya 3 kali lipat. Maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," kata Syahrul Yasin Limpo, dikutip dari kanal YouTube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan.

Pernyataan Mentan itu langsung dibantah Menteri Perdagangan (MendagZulkifli Hasan.

Saat ditemui usai meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, dia memastikan harga mie instan tidak akan naik tiga kali lipat seperti informasi yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Wakil Bupati Sumba Timur Serahkan CSR Ikan Bandeng Kelompok di Kadumbul

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen," kata Mendag Zulkifli Hasan, (11/8/2022).

Pasalnya, menurut dia berkat kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu ternyata membawa dampak baik terhadap pasokan dan ketersediaan gandung di Indonesia.

Mendag berujar lawatan Jokowi ke Rusia berhasil membuka keran impor gandum yang sebelumnya tidak bisa disalurkan.

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina,” ujarnya.

Baca Juga: Dituding Selingkuh, Kuasa Hukum Sule: Tak Ada Saksi!

Selain itu, Zulhas menyampaikan saat ini di berbagai negara lain pun pasokan gandum mulai stabil berkat keberhasilan panen.

“Kemudian Australia panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil. Justru menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun,” katanya.

Baca Juga: Menang Lawan Eintracht Frankfurt, Madrid Samai Rekor Barcelona dan Milan

“Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya. Sehingga, inflasi kita 4 persen, 5 persen jadi naiknya segitu, tapi cenderung September akan turun," tutur Mendag memungkasi. Pikiran-Rakyat.com/Yudianto Nugraha.***

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X