Dua Keterangan Ferdy Sambo Berubah, Ayah Brigadir J Bingung

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:38 WIB
Samuel Hutabarat memakai batik hijau sebelahnya Irjen Pol Ferdy Sambo memakai seragam polisi
Samuel Hutabarat memakai batik hijau sebelahnya Irjen Pol Ferdy Sambo memakai seragam polisi

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J hingga kini belum menemui titik terang.

Pasalnya Bharada E pun sempat beberapa kali mengubah pernyataannya dan demikian pula dengan Ferdy Sambo yang berubah-ubah membuat ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat bingung.

Ferdy Sambo mengakui telah merencanakan pembunuhan Brigadir J karena dididuga melecehkan istrinya Putri Candrawathi.

Baca Juga: Netizen Sedih, Chelsea Olivia Cabut Gingsulnya

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (12/8/2022) dengan judul "beda keterangan dugaan pelecehan istri ferdy sambo dulu di rumah dinas kini di magelang".

Menurut pengakuan Ferdy Sambo yang ditulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dia membunuh Brigadir j karena didasari amarah setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawathi.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Ada Potensi Hujan Lebat di Sumba Timur

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan Ferdy Sambo sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, tersangka mengatakan marah dan emosi setelah mendapat laporan istrinya mengalami perlakuan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang oleh Brigadir J.

Sambo dalam keterangannya mengakui mendengar laporan itu dari istrinya langsung, Putri Candrawathi.

Pada akhirnya, berdasarkan pengakuan, Ferdy Sambo kemudian memanggil dua ajudannya untuk merencanakan pembunuhan terhadap Yosua.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ungkap Pembunuhan Brigadir J Sudah Direncanakan Skenarionya

"FS memanggil tersangka RE dan RR untuk melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J," kata Rian dalam keterangan pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis malam.

Keterangan terbaru dari Mabes Polri ini berbeda dengan keterangan yang dipaparkan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan pada awal kasus.

Menurut keterangan dia, peristiwa kematian Brigadir J tersebut didasari adanya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo yang terjadi di rumah dinasnya, Duri Tiga, Jaksel pada (8/7/2022) lalu.

Baca Juga: Fahmi Alamsyah Disebut Terlibat, Profesi Wartawan Disentil Hingga Mengundurkan Diri

Pada saat itu, sekitar pukul 17.00 WIB, Brigadir J memasuki kamar pribadi Ferdy Sambo dan melakukan tindakan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.

Brigadir J melakukan tindakan pelecehan dan juga menodongkan dengan menggunakan senjata pistol ke kepala istri Kadiv Propam,” kata Ramadhan.

Baca Juga: Deretan Jenderal yang Memeriksa Irjen Ferdy Sambo, Anda Wajib Tahu

Istri Ferdy Sambo lantas berteriak dan terdengar oleh Bharada E yang berada di lantai 2 rumah. Bharada E kemudian melihat sosok Brigadir J dan bertanya ada apa, namun dibalas dengan tembakan yang dilakukan Brigadir J hingga terjadi baku tembak.

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan bahwa motif penembakan yang dilakukan Bharada E murni sebagai pembelaan karena mendapat ancaman tembakan dari Brigadir J.

“Ini pembelaan, jadi Bharada E melakukan pembelaan ketika mendapat ancaman dari Brigadir J dengan tembakan. Jadi bukan menodong tapi melakukan penembakan terhadap Bharada E,” kata Ramadhan. Pikiran-Rakyat.com/Yudianto Nugraha.***


 

 

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Komit Ikut Berantas Korupsi di Sektor Pendidikan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 22:46 WIB
X