Kamaruddin Simanjuntak: Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka!

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. (Twitter/@samudera_estu)
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. (Twitter/@samudera_estu)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Ditengah kemeriahan kemerdekaan NKRI kasus Brigadir J yang telah memasuki sebulan lebih terus berjalan.

Kasus pembunuhan yang merupakan skenario Ferdy Sambo hingga menewaskan Brigadir J menuai sorotan seluruh masyarakat Indonesia

Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak terus mengawal kasus ini agar segera tuntas.

Baca Juga: Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Sumba Timur, Ada Tanggung Jawab Entaskan Kemiskinan

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Rabu (17/8/2022) dengan judul "kuasa hukum brigadir j minta polri tetapkan tersangka baru jangan hanya di kode etik".

Walaupun pihak Kepolisian telah menetapkan sejumlah tersangka atas kasus penembakan Brigadir J tersebut, namun sang kuasa hukum keluarga korban, Kamaruddin Simanjuntak pun meminta kepada Polri untuk menetapkan beberapa tersangka baru.

Tersangka baru yang dimaksudkan oleh Kamaruddin diantaranya adalah anggota polisi yang menghalangi proses penyidikan kasus tewasnya Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Baca Juga: Update Covid-19 Hari Ini

"Segera ditetapkan tersangka, demikian juga yang lain-lainnya itu yang menghalangi penyidikan. Harus segera dijadikan tersangka jangan hanya dikenakan kode etik, itu lah intinya," katanya, Rabu, (17/8/2022).

Ia mengatakan bahwa Polri harus bertindak tegas kepada para polisi yang menghambat proses penyidikan, mulai dari merusak hingga menyembunyikan barang bukti.

Tak hanya itu saja, Kamaruddin juga meminta Polri untuk menetapkan istri Ferdy Sambo alias Putri Candrawathi sebagai salah satu tersangka baru dalam insiden tewasnya Brigadir J.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan TKD Gelar Protes Sampai Tulis Pesan Buat Jokowi

"Yang jelas salah satu di antara itu Bu Putri. Karena Bu Putri selama ini kita pahami dia orang baik tetapi rupanya pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, karena dia berada di lingkungan yang buruk, hati dan pikirannya dipengaruhi oleh yang buruk, sehingga dia terus berperan di dalam kepura-puraan, terguncang, depresi, dan lain sebagainya," ujarnya.

Kamaruddin pun menjelaskan alasan mengapa ia meminta Polri untuk segera menetapkan tersangka baru.

"Saya minta supaya ditetapkan orang tertentu menjadi tersangka, dengan alasan saya sudah memberikan solusi supaya orang itu meninggalkan cara-cara yang lama. Yaitu, fitnah-fitnah, tetapi tidak mau meninggalkan cara tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Inspektorat Khusus (Itsus) Polri telah memeriksa 63 anggotanya yang diduga turut andil dalam menghambat proses pengusutan kasus tewasnya Brigadir J.

Baca Juga: Wow di Sumba Barat, Perayaan HUT RI Disertai Protes Mantan TKD

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo pada Senin, (15/8/2022).

"Enam puluh tiga yang sudah diperiksa," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi pun mengkonfirmasi bahwa sudah terdapat 35 anggota polisi yang diduga melanggar kode etik dalam penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

"Ya betul (ada 35), info terakhir dari Itsus,” katanya.

Baca Juga: Ini Harapan Panitia Turnamen Sepakbola PKB Cup 2022 kepada Peserta

Sementara, 16 anggota polisi pun telah ditempatkan di tempat khusus (patsus) yang terbagi ke dalam Mako Brimob dan Provost Mabes Polri, lantaran telah terbukti melanggar kode etik.

Empat orang diantaranya merupakan perwira menengah (pamen) Polda Metro Jaya berpangkat AKBP dan Kompol. Pikiran-Rakyat.com/Egista Hidayah.***



Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X