Waduh, Ajay Priatna Kembali Diamankan KPK

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:50 WIB
Wali Kota Nonaktif Cimahi Ajay Priatna
Wali Kota Nonaktif Cimahi Ajay Priatna

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Mantan Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, Ajay Priatna kembali membuat geger media sosial.

Bebas dari Lapas Sukamiskin Ajay kembali diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/8/2022).

Sebelumnya Ajay dipidana karena terbukti menerima gratifikasi di tahun 2021.

Baca Juga: Gelar Upacara HUT RI Ke 77 di Kantor Kemendikbudristek, Simak Pakaian Adat Yang Digunakan Peserta Upacara

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis (18/8/2022) dengan judul "Mantan wali kota cimahi ajay m priatna kembali diciduk kpk usai bebas dari sukamiski".

Bahkan saat ini Ajay M Priyatna masih diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.

"Informasi yang kami peroleh benar ditangkap kembali oleh Tim Penyidik KPK setelah yang bersangkutan keluar dari Lapas Sukamiskin," ujar Ali Fikri.

Pihak KPK mengaku akan segera memberikan perkembangan pemeriksaan atas Ajay kepada publik.

Baca Juga: Kearifan Lokal Jadi Alasan Toast Kenegaraan di NTT Gunakan Tuak Manis

"Kami sampaikan perkembangannya," kata Ali menambahkan, dilansir dari Antara.

Ajay M Priatna sebelumnya telah divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Mantan Wali Kota Cimahi ini diamankan atas kasus maling uang rakyat (korupsi) berupa suap untuk memuluskan izin proyek rumah sakit.

Ajay dinyatakan menerima gratifikasi dalam pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda di kota Cimahi.

Baca Juga: Buka Lomba Pacuan Kuda, Bupati Sumba Timur Tegaskan Hubungan Masyarakat Sumba Timur dengan Kuda

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ajay Muhammad Priatna pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda Rp100 juta subsider 3 bulan penjara," ujar Majelis Hakim Sulistyono.

Dia dinyatakan bersalah sesuai Pasal 12 huruf a UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Padahal Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Ajay selama tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca Juga: Deolipa Sentil LBGT Sampai Sebut Bisa Terjadi Juga di Institusi Polisi

Ajay dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp7 miliar dan pencabutan hak politik selama 5 tahun. Pikiran-Rakyat.com/Nopsi Marga.***

 

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X