Soleman Ponto Sebut Pergantian Deolipa Yumara Pengaruhi Hasil Akhir Motif FS

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:13 WIB
Instagram (@deolipa_project)
Instagram (@deolipa_project)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara yang dicabut kuasanya secara sepihak menuai banyak perhatian.

Netizen pun menganggap Deolipa Yumara sebagai seorang lawyer dengan sosok tegas dan berani dalam mengusut kasus kematian Brigadir J.

Inilah yang menyebabkan publik hingga Mantan Kepala Badan Intelijen Strategi Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto bertanya-tanya alasan dibalik diberhentikannya Deolipa Yumara.

Baca Juga: 169 WBP di Lapas Kelas II A Waingapu dapat Remisi

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Kamis (18/8/2022) dengan judul "bharada e cabut kuasa deolipa yumara sebagai pengacara soleman ponto pasti ada apa-apa".

“Ketika ini sudah mulai terbuka Deolipa-nya diganti, nah setelah penggantian ini kita sudah tidak tahu apakah benar nantinya tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Soleman menilai bahwa pergantian kuasa hukum Bharada E secara tiba-tiba tersebut untuk menemukan yang paling cocok bukan yang paling benar.

Baca Juga: Tampil di TV Nasional Hingga Buat Nassar Menangis, PAPPRI SBD Beri Apresiasi Kepada Agustinus

“Bagaimana intelejen melihat, ketika yang sudah bagus tiba-tiba diganti pasti ada sesuatu,” ujarnya.

Menurut Soleman Ponto, dengan digantinya Deolipa Yumara tersebut akan berdampak pada motif pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.

“Kemarin sebenarnya sudah bagus tapi itu jadi cacat akhirnya, sehingga motif yang muncul pun belum tentu dapat dipercaya,” kata Soleman.

Bahkan, Soleman Ponto mengatakan sulit untuk mempercayai hasil akhir dari motif pembunuhan yang melibatkan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Timur Perlombakan 15 Kelas

“Jadi apapun hasilnya itu agak susah kalau saya percaya, sehingga harus dilihat dulu ketika disampaikan itu apakah benar, harus dikonfirmasi dulu kalau tidak masih susah dipercaya,” ujarnya.

Motif penembakan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo hingga saat ini masih belum dikonfirmasikan oleh pihak kepolisian ke publik.

Menurut pihak kepolisian motif tersebut sangat sensitif dan hanya bisa dibicarakan oleh orang-orang dewasa.

Baca Juga: Waduh, Ajay Priatna Kembali Diamankan KPK

Soleman juga berharap agar Richard Eliezer alias Bharada E sebagai justice collaborator bisa memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

“Harapannya tentunya si Bharada Eliezer ini mudah-mudahan ketika jadi justice collaborator akan berbicara dengan sebaik-baiknya, dengan sebenar-benarnya apa yang dia lihat, tidak berbicara atas perintah lagi,” kata Soleman.

Baca Juga: Mendikbudristek Serahkan Lancana Satya Karya Satya kepada 3.308 PNS di Lingkup Kemendikbudristek

Menurutnya, status justice collaborator yang dimiliki oleh Bharada E bisa mengungkapkan kasus Brigadir J, “dia (Richard Eliezer) bisa bicara sebebas-bebasnya, karena tentunya dia tidak mau dihukum sendirian,” lanjut Soleman. Pikiran-Rakyat.com/Tirza Nathalia Melisa.***



Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kembali Sakit, Lukas Enembe Disebut Stress

Senin, 26 September 2022 | 21:17 WIB

Lagi Tiga tersangka Penyedia Senpi Untuk KKB Ditangkap

Senin, 26 September 2022 | 10:50 WIB

Paket Berisi Bom Meledak, 1 Polisi Terluka

Senin, 26 September 2022 | 09:05 WIB
X