Kapolri Jelaskan Pasca Kasus Brigadir J, Kepercayaan Publik Menurun Terhadap Polri

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:56 WIB
Ilustrasi; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube/Sekretariat Presiden)
Ilustrasi; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube/Sekretariat Presiden)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Beredar diberbagai sosial media terkait sejumlah nama yang terlibat dalam Konsorsium 303 atau judi online.

Pasca berita tersebut terungkap Kapolri Listyo Sigit Prabowo kembali buka suara.

Secara tegas Listyo Sigit Prabowo sampaikan akan mencopot jajarannya yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Panik Skema Kaisar Sambo Terbongkar, Akun Opposite Hilang

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Jumat (19/8/2022) dengan judul "kapolri ancam jajarannya yang terlibat judi online saya tidak perduli apa itu kapolres direktur saya copot".

"Yang namanya perjudian apakah itu judi darat, judi online, dan berbagai macam bentuk pelanggaran tindak pidana lainnya harus ditindak," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

"Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga," katanya.

Baca Juga: Moeldoko Ajak Masyarkat Eling lan Waspodo

Mantan Kabareskrim Polri ini pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian akan berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

Oleh karenanya, seluruh personel Polri harus mendengar dan menyerap aspirasi atau keluhan atas laporan-laporan masyarakat.

Dia juga meminta untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Ketua DPC PKB Sumba Timur janjikan Turnamen Sepakbola PKB Cup se-NTT

"Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal Minning, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat," tutur Sigit.

Sigit pun menyinggung soal kasus penembakan Brigadir J. Dia mengungkapkan sebelum adanya peristiwa penembakan itu terjadi sejumlah lembaga survei merilis bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat.

Namun kata dia, pasca peristiwa penembakan tren positif soal kepercayaan publik tersebut langsung mengalami penurunan.

Baca Juga: Ortunya Meninggal Anggota Paskibra Ini Tetap Lanjutkan Tugasnya, Warganet Mewek Sampai Sebut Mentalnya Kuat

Meski begitu lanjutnya kepercayaan publik kembali meningkat setelah adanya komitmen pengusutan perkara tersebut secara tuntas.

Oleh karena itu, Sigit memastikan akan terus mengusut tuntas kasus itu tanpa ada yang ditutup-tutupi sebagaimana instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Diisukan Terlibat Judi 303, Tom Liwafa Tertawa dan Bilang Begini

"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kita laksanakan terkait dengan kasus tersebut dan ini adalah pertaruhan Institusi Polri, pertaruhan marwah kita sehingga harapan kita angka 78 itu minimal sama atau naik karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kita," ujarnya. Pikiran-Rakyat.com/Muhammad Rizky Pradila.***

 

 

 

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kembali Sakit, Lukas Enembe Disebut Stress

Senin, 26 September 2022 | 21:17 WIB

Lagi Tiga tersangka Penyedia Senpi Untuk KKB Ditangkap

Senin, 26 September 2022 | 10:50 WIB

Paket Berisi Bom Meledak, 1 Polisi Terluka

Senin, 26 September 2022 | 09:05 WIB
X