Terbongkar Ini Sosok yang Mengancam Brigadir J Sebelum Dieksekusi

- Senin, 22 Agustus 2022 | 19:14 WIB
Brigadir Josua semasa masih hidup (Hallosultra/Dok./Facebook /Arfandi Dayak/)
Brigadir Josua semasa masih hidup (Hallosultra/Dok./Facebook /Arfandi Dayak/)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Misteri kematian Brigadir Josua masih terus dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Tidak saja menetapkan sejumlah tersangka bahkan komisi III DPR RI telah menggelar rapat bersama Komnas HAM, Kompolnas dan LPSK membahas kasus Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengungkapkan sosok yang mengancam Brigadir J sehari sebelum ia dieksekusi.

Baca Juga: Mengejutkan, Ini Alasan Benny Minta Kapolri Diberhentikan Ternyata Karena Tidak Percaya Polisi

Dilansir sumbatimur.victorynews.id dari Pikiran-Rakyat.com Senin (22/8/2022) dengan judul "kekasih brigadir j ungkap detik-detik pacarnya mendapat ancaman pembunuhan beberkan nama asli skuad'".

Anam mengakui mendapat tugas langsung dari Menko Polhukam Mahfud MD untuk menyelidiki dugaan penyiksaan dan ancaman pembunuhan yang diterima Josua.

Anam lantas berangkat mendatangi keluarga Brigadir J pada tanggal 16-18 Juli 2022 ke Muaro Jambi.

Baca Juga: Hasil Autopsi Ulang Dibeberkan Tim Forensik, Hanya Ada Luka Tembak Tanpa Indikasi Penyiksaan

Berdasarkan hasil kunjungan terhadap keluarga Brigadir J, Anam mengungkapkan satu penemuan penting yang menjadi tolak ukur Komnas HAM untuk fokus menangani terkait penyiksaan dan ancaman pembunuhan terhadap Josua.

Menurut pengakuannya, dia sudah bertemu dengan pacar dari Brigadir J, yakni Vera. Di sela-sela kunjungan ke Jambi, dari hasil pendalaman terhadap Vera memang benar bahwa pada tanggal (7/7/2022) Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan dari seseorang.

“Salah satu intinya memang betul, tanggal 7 Juli malam, kan kematian tanggal 8 Juli, memang ada ancaman pembunuhan,” katanya Choirul Anam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin.

Baca Juga: Pasca Isu Keluar dari Kabinet Jokowi, NasDem Malah Dikunjungi PDIP. Ada Apa

“Kurang lebih kalimatnya seperti ini, jadi Josua dilarang naik ke atas, menemui Ibu P (Putri Candrawathi) karena membuat Ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh,” tutur Anam.

Kemudian, sambungnya, Anam menanyakan siapa sosok yang mengancam Brigadir J itu.

“Siapa yang melakukan waktu itu, diancam oleh siapa kami tanya? diancam oleh “skuad-skuad”, ini siapa? apa ajudan atau penjaga, saya dan Vera sama-sama tidak tahu waktu itu siapa,” kata dia.

Ternyata setelah ditelusuri sosok yang dimaksud, Komnas HAM menyebutkan dia adalah Kuat Maruf, salah seorang tersangka dari pihak sipil yang juga merupakan asisten rumah tangga Ferdy Sambo.

Baca Juga: Dilantik Jadi Walikota Kupang, Ini Titipan Gubernur Buat George Hadjoh dari Sampah hingga ASN

“Ujungnya nanti squad itu yang dimaksud adalah kuat ma'ruf, ternyata si Kuat Maruf,” ujar Anam.

Sehingga, kata dia, terkait pemberitaan yang beredar yang menyebutkan bahwa Brigadir J menangis di pangkuan Vera, cerita itu terjadi tiga minggu sebelum tanggal (7/7/2022).

“Dan kami cek di rekam jejak digitalnya itu memang Juni sampai Januari ini urusannya lain, berbeda dengan ancaman pembunuhan
dengan urusan pribadi.

Baca Juga: Di DPR, Mahfud MD Selalu Menjawab Tidak Hingga Dipuji Desmond

Sangat jelas memang ada ancaman pembunuhan itu yang menjadi basis Komnas HAM melakukan pemantauan ini,” kata Anam. Pikiran-Rakyat.com/Yudianto Nugraha.***

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pledoi Ferdy Sambo Dianggap Pakar Mubazir, Kok Bisa?

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:16 WIB

Kecelakaan Mahasiswa Ini Sita Perhatian Publik

Kamis, 26 Januari 2023 | 13:00 WIB
X