Laskar Rempah Pelajari Tenun dan Cendana di NTT

- Selasa, 28 Juni 2022 | 22:04 WIB
Laskar Rempah saat mempelajari fungsi dan pemanfaatan Cendana di Kupang,NTT (Kemdikbud.go.id)
Laskar Rempah saat mempelajari fungsi dan pemanfaatan Cendana di Kupang,NTT (Kemdikbud.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMURMuhibah Budaya Jalur Rempah 2022 telah sampai di Kupang, Nusa Tenggara Timur (25/6/2022) yang menjadi titik singgah keenam. 

Sebelumnya Muhibah Budaya Jalur Rempah telah melakukan pelayaran dengan menggunakan KRI Dewaruci di mulai dari Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda Neira dan singgah di Kupang, dan akan kembali ke Surabaya. 

Baca Juga: Gelar Vokasi 2022: Wahana Mendorong Kolaborasi SMK dengan DUDI

Kini di Kupang, Laskar Rempah mempelajari pentingnya tanaman cendana.

“Indonesia adalah pemegang sah jalur rempah. Jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia dan menjadi jalur diplomasi internasional bidang kebudayaan. Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah sebagai bagian untuk mengumandangkan kejayaan Nusantara dalam jalur rempah, melahirkan generasi muda yang membawa semangat rempah yang baru, semangat Indonesia yang berdikari, berinovasi, dan terus berikhtiar mewujudkan kemakmuran bagi Indonesia agar mampu mewarnai peradaban dunia,” jelas Direktur Pelindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Irini Dewi Wanti, saat menyambut Laskar Rempah (25/6/22).

Baca Juga: 17 Putra-Putri NTT Lolos Pantukhirda Panda Kupang

Melalui kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antar daerah.

Hal ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional, serta menginisiasi berbagai program dan aktivitas terkait rempah-rempah di daerahnya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jalur Rempah dilihat sebagai koridor untuk menghidupkan kembali, bahkan menggiatkan, interaksi antarbudaya, tidak hanya lintasan perdagangan komoditas. Sebagai pengembangan diplomasi budaya Indonesia secara sistematis dan masif dengan keharusan bersinergi lintas kementerian, lembaga, dan daerah,” tutur Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat, Ditjen Kebudayaan, Sjamsul Hadi, yang turut mendampingi pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah dari Banda Naira hingga Kupang.

Halaman:

Editor: Sepritus TM

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Miris, Punya Aset Wisata Kok Jalannya Rusak 

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Kasat Pol PP Tutup Usia, Sekda SBD Tulis Pesan Ini

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:33 WIB

PAN Flotim Buka Pendaftaran Bacaleg, Ini Syaratnya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:26 WIB

Di Sosialisasi Germas, RWT Beberkan Tugas DPR RI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:00 WIB
X