Kearifan Lokal Jadi Alasan Toast Kenegaraan di NTT Gunakan Tuak Manis

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:05 WIB
Perayaan toast kenegaraan di Provinsi NTT menghadirkan nuansa baru dengan minuman tuak manis. Alasanya untuk kearifan lokal (Tangkapan Layar Facebook/@Viktor Bungtilu Laiskodat)
Perayaan toast kenegaraan di Provinsi NTT menghadirkan nuansa baru dengan minuman tuak manis. Alasanya untuk kearifan lokal (Tangkapan Layar Facebook/@Viktor Bungtilu Laiskodat)

Hal ini kata Gubernur VBL tidak lepas dari manfaat semua bagian pada pohon lontar.

"Daun lontarpun banyak berjasa khususnya di bidang sejarah dan sastra bangsa Indonesia, peradaban manusia terdokumentasikan melalui lontar," katanya.

Baca Juga: Uang Rp200 Juta Brigadir J Dicuri, Pengacara Sebut Masih Ada 3 Rekening Lagi

Diakuinya, dengan topografi wilayah NTT ditambah bentang kepulauan yang panjang, juga angin monsun Australia bertiup kuat yang bersifat kering, membuat sebagian besar wilayah NTT berupa lahan kering seperti di Pulau Sabu dan Rote.

Alhasil tidak banyak tumbuhan dan binatang bisa bertahan hidup di dua wilayah itu.

"Dari kondisi alam itu, yang menyelamatkan hidup masyarakat adalah pohon lontar. Pohon lontar bisa memberi keajaiban karena memelihara dan menyelamatkan kehidupan yang sulit. Sepanjang musim masyarakat bertahan dengan minum air nira sebagai pengganti makanan," terangnya.

Baca Juga: FIFA Resmi Luncurkan Lambang Resmi Piala Dunia FIFA U-20 2023 di HUT RI ke-77, Ini Maknanya

Dikatakannya, keinginan kuat ibu Gubernur NTT Julie Sutrisno Laiskodat agar toast kenegaraan memakai kearifan lokal minuman tradisional tuak manis dengan wadah haik adalah sebuah spirit baru untuk pariwisata di Provinsi NTT sebagai ‘prime mover’ pembangunan di NTT.

"Ini juga sesuai dengan arti pohon lontar, asal tuak manis dan haik, yang disebut pohon al-hayat atau pohon kehidupan," tambahnya.***

 

Halaman:

Editor: Frengky Keban

Sumber: Facebook Viktor Bungtilu Laiskodat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lakukan Kunker di TTS, Ini Pesan Ratu Wulla Talu

Minggu, 20 November 2022 | 18:51 WIB
X