Parona Baroro, Kisahmu Kini

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 16:53 WIB
Kondisi Situs Rumah Adat Parona Baroro usai dilahap sijago merah yang diawali dengan 13 bunyi petir. (VN/FRENGKY KEBAN)
Kondisi Situs Rumah Adat Parona Baroro usai dilahap sijago merah yang diawali dengan 13 bunyi petir. (VN/FRENGKY KEBAN)

Baca Juga: Erik Rede Ajak Semua Pendukungnya Bangun Ende Bersama


Selain ritus itu, ritus lain yang sudah dilakukan adalah ritus pembersihan kampung. Ritus semacam ini hematnya diperlukan dalam budaya sumba untuk membersihkan musibah yang dialami warga di situs rumah adat tersebut agar nantinya tidak mengalami hal serupa.

"Dalam ritus ini nanti akan ada ritual adat lain yang dibuat. Salah satunya adalah Yagho atau dalam bahasa wewewa, Saiso semacam nyanyian adat untuk leluhur sebagai wahana pembersihan sekaligus melindungi kampung itu. Dan dalam ritus ini semua warga diwajibakan untuk menginap mengikuti ritus ini tanpa terkecuali. Sedang pelaksanaannya sendiri mulai malam hingga pagi hari dengan hewan yang dikurbankan sebanyak rumah yang terbakar,"katanya lagi.

Tidak hanya membersihkan kampung, ritus ini juga tambahnya memungkinkan warga di kampung untuk kembali membangun rumah sementara sebagai pengganti rumah yang terbakar. Bagaimanapun juga sebutnya, warga tidak bisa meninggalkan kampung dalam kondisi yang demikian karena hal itu akan mengundang kemarahan para leluhur dan akan menghilangkan kekuatan kampung itu sendiri.

Baca Juga: DK PBB Segera Lakukan Pertemuan Terbuka Sikapi Perilaku Mengancam Rusia

"Selama rumah kebun dibangun, mereka (pemilik rumah/para penghuni) dilarang untuk meninggalkan rumahnya. Bahkan saat bencana seperti ini. Iya sudah bisa dibangun karena sudah selesai ritualnya. Memang akan butuh waktu yang lama untuk membangun rumah seperti yang sebelumnya. Butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit,"katanya.

Iya apa yang disampaikan Paulus memang benar adanya dan begitulah realitas yang terjadi selama ini di Sumba. Tidak mudah untuk membangun rumah adat pasca kebakaran terlebih lagi dalam kondisi seperti sekarang. Selain butuh anggaran yang besar, bahan bangunan yang dipakai untuk pembangunan pun sulit dicari lagi saat ini khususnya tiang penyangga rumah adat. Itu belum termasuk tiang lain yang mengelilinginya.

Namun kita tentu berharap kampung situs ini nanti bisa kembali seperti dulu lagi. Seperti saat kita mengunjunginya di awal. Bagaimanapun juga Parona Baroro adalah aset wisata daerah yang tidak elok dibiarkan begitu saja. Dia harus kembali. Kembali lebih kuat dan lebih hebat dari sebelumnya.***

Halaman:

Editor: Jumal Hauteas

Tags

Terkini

Air Terjun La Iwi Cocok Untuk Liburan Keluarga

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:49 WIB
X