Menparekraf Sebut Desa Wisata Kubah Basirih Potensial Kembangkan Wisata Religi

- Jumat, 3 Juni 2022 | 21:25 WIB
TANGKAPAN LAYAR Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
TANGKAPAN LAYAR Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut Desa Wisata Kubah Basirih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki potensi wisata religi.

Potensi yang besar namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan salah satunya kebersihan agar desa wisata ini semakin berkualitas.

Baca Juga: Presiden Minta Perencanaan dan Pembangunan IKN Lebih Dimatangkan

"Hari ini saya sangat bersyukur bahwa kita bisa hadir di sini di destinasi wisata religi desa wisata yang akan menjadi unggulan," kata Menparekraf Sandiaga dalam kunjungannya ke Desa Wisata Kubah Basirih, Jumat (3/6/2022).

Di Desa Kubah Basirih yang berada di dekat bibir Sungai Martapura terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal dengan Habib Basirih.

Baca Juga: STY Resmi Panggil 23 Pemain Untuk Laga AFC Asian Qualifiers 2023

Sehingga tidak heran jika Kubah Basirih menjadi objek wisata ziarah yang sangat diminati wisatawan.

Selain wisata ziarah, wisata susur sungai juga menjadi daya tarik tersendiri, karena Kalimantan memang terkenal dengan sebutan negeri seribu sungai.

Baca Juga: Program Studi Peternakan Unkriswina Sumba Gelar Event Kuliner Peternakan 2022

Menparekraf menyampaikan Kubah Basirih memberikan suatu sensasi, bahwa ini harus dikunjungi kalau kita ingin memberikan penghormatan.

"Tadi kita juga mendapatkan kesempatan berziarah di makam beliau dan keluarganya. Mudah-mudahan beliau dan semua dzuriatnya diberikan keberkahan serta rezeki yang melimpah, karena beliau semasa hidupnya sudah memberikan begitu banyak ilmu, tapi begitu beliau pergi tetap mendatangkan berkahnya bagi kita," kata Menparekraf.

Habib Hamid Basirih masih memiliki keturunan atau dalam bahasa resapannya "dzuriat" dengan Nabi Muhammad SAW, sebagai generasi ke-31.

Baca Juga: KPK Luncurkan ACFFEST ke-8 Tahun 2022

Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 90 tahun, tepatnya pada tahun 1946, tidak berselang lama setelah kepergian beliau, keluarga Habib Basirih memutuskan membangun Kubah Basirih.

Hal ini sebagai bentuk legacy atau penghormatan kepada beliau atas ilmu-ilmu yang diberikan. 

Bangun kubah Habib Basirih sendiri didominasi warna hijau dan putih. Bentuk bangunan yang mengelilingi makam Habib Basirih berbentuk segi enam. Menyiratkan enam rukun iman dalam Islam.

Baca Juga: Disdukcapil Sumba Timur Siap Sosialisasikan Permendagri No.73 Tahun 2002

Menurut keterangan dari Ketua Pokdarwis Desa Wisata Kubah Basirih, yang juga merupakan cicit dari Habib Basirih, Husin Luthfie, kunjungan wisatawan per hari bisa mencapai antara 5 hingga 10 ribu orang.

Biasanya peziarah berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan juga Pulau Jawa.

“Yang paling ramai itu biasanya malam Jumat. Jadi biasanya setelah mereka salat Maghrib atau Isya, mereka ke sini untuk berdoa bisa sampai jam 4 subuh,” kata Husin.

Baca Juga: Produk Lokal Berbahan Dasar Rumput Laut SMA Negeri 1 Pahunga Lodu, Kantongi Izin BPOM

Pada kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga didampingi Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

Hadir pula Kadis Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin; serta para pejabat dan pemangku kepentingan di lingkungan Pemkot Banjarmasin.***




Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X