Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf di Mandalika Gali Unique Selling Point Produk

- Rabu, 15 Juni 2022 | 22:18 WIB
TANGKAPAN LAYAR Menparekraf saat hadir dalam kegiatan “Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif (Widuri Ekraf) di Lombok” (kemenparekraf.go.id)
TANGKAPAN LAYAR Menparekraf saat hadir dalam kegiatan “Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif (Widuri Ekraf) di Lombok” (kemenparekraf.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, harus dapat menggali unique selling point produk terutama saat masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital.

Sehingga produk yang dihadirkan dapat meningkatkan minat masyarakat membeli sebuah produk dan menarik para investor.

Baca Juga: Kemenag dan Unas Sinergi Kembangkan Ekopesantren

Dilansir dari laman Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf saat hadir dalam kegiatan “Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif (Widuri Ekraf) di Lombok” mengatakan, dalam membeli sebuah produk ekonomi kreatif para konsumen tentu memperhatikan beberapa hal.

Kegiatan yang diinisiasi Kemenparekraf, mengedukasi konsumen melihat seperti harga, keuntungan yang ditawarkan, hingga tingkat popularitas produk.

Sehingga, unique selling point memiliki peran penting dalam kehadiran suatu produk.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Ditunjuk Jadi Menteri Perdagangan, Kadernya Percaya Bisa Bawa Perubahan

“Bentuk unique selling point yang ditawarkan bisa berupa pemberian label nama brand,” kata Menparekraf Sandiaga.

Pelaku ekonomi kreatif juga dituntut untuk lebih inovatif, adaptif, berani mengambil risiko, dan memiliki soft skill yang mumpuni.

Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 mendorong digitalisasi semakin cepat.

Baca Juga: Tidak Puas dengan Kebijakan Pemeritah KSPI Ancam Lumpuhkan Ekonomi

“Mindset untuk bisa memulai usaha dan keluar dari zona nyaman serta pelajari segalanya dengan komprehensif. Kemudian soft skill menjadi entrepreneur penting dilakukan, terutama cara atau teknik berkomunikasi, bernegosiasi,” kata Menparekraf.

Dikatakan Menparekraf Sandiaga bahwa kontribusi ekonomi kreatif khususnya UMKM dalam PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sudah menembus 60 persen dan akan menuju 65 persen di tahun 2024/2025. 

"PDB UMKM sekarang sudah mencapai Rp1.154,4 triliun untuk ekonomi kreatif. Data tersebut menunjukkan tren yang positif. Walaupun mengalami penurunan saat COVID-19," jelas Sandiaga.

Baca Juga: Dianggap Diskriminatif, Ilmuwan Ajukan Pergantian Nama Cacar Monyet

Kendati demikian, masih ada tantangan yang perlu diselesaikan. Menparekraf menjabarkan masih terdapat 77,3 persen UMKM belum terdigitalisasi.

Kemudian 83,32 persen belum berbadan hukum, 89 persen belum memiliki merek atau brand, dan Hak Kekayaan Intelektual.

Lebih lanjut 92,4 persen masih menggunakan modal sendiri atau belum mendapat akses pembiayaan, dan 92,6 persen penghasilannya di bawah Rp1 juta perhari.

Baca Juga: Tunjuk Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto Jadi Menteri, Begini Penjelasan Presiden Jokowi

“Oleh karenanya, kita dorong ke depan agar produk UMKM kita bisa lebih kreatif, unik, memiliki dampak sosial dan ekonomi, serta memiliki potensi market yang tinggi. Dan jangan lupa digitalisasi sehingga produk-produk UMKM harus masuk ke dalam ekonomi digital dalam konsep Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” tutup Menparekraf.***



Baca Juga: Keluarga Gubernur Ridwan Kamil Haturkan Terima Kasih Untuk Empati Masyarakat


 

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X