Kunker ke Labuan Bajo, Sandiaga Siapkan Ruang Diskusi Terkait Tarif TN Komodo

- Jumat, 22 Juli 2022 | 18:33 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/7/2022) (kemenparekraf.go.id)
Menparekraf Sandiaga Uno mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/7/2022) (kemenparekraf.go.id)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan juga menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder.

Khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo terkait pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sandiaga menyampaikan dirinya siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi bisa diterima oleh masyarakat.

Baca Juga: GBLA Diinspeksi jadi Home Base Persib Bandung, Ini Penilaian Ketum PSSI dan Menpora

Dilansir dari laman Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hal ini disampaikan usai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/7/2022).

“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Saor Siagian: Kasus Penembakan Brigadir J Bukan Saja Tragedi Kemanusian Tapi Tragedi Hukum

Sebelumnya, pemerintah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp 3,75 juta mulai(1/8/2022).

“Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas," ungkap Sandiaga.

Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun.

Baca Juga: Ini Pesan Jokowi Saat Tinjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian di Labuan Bajo

Selain konservasi ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan.

“Jika wisatawan ingin melihat komodo tentu bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Baca Juga: Resmikan SPAM Wae Mese II di Labuan Bajo, Jokowi Harap Adanya Penataan Terintegrasi

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan bahwa ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.***

Baca Juga: Dilaporkan ke Polres SBD, Kades Kabali Dana Buka Fakta Ini

 

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Milia Dwiputri

Sumber: Kemenparekraf RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X