Hingga Juli 2022, Tercatat Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumba Timur Meningkat

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:19 WIB
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing saat memberikan sambutan pada perayaan HAN tahun 2022. (VICTORYNEWS SUMBA TIMUR/JUMAL HAUTEAS)
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing saat memberikan sambutan pada perayaan HAN tahun 2022. (VICTORYNEWS SUMBA TIMUR/JUMAL HAUTEAS)

VICTORYNEWS SUMBA TIMUR - Kasus kekerssan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sumba Timur masih terus terjadi, dan tercatat meningkat di tahun 2022.

Dimana hingga Juli 2032, tercatat sudah ada 35 kasus yang menjadikan perempuan dan anak menjadi korban.

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada acara perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2022 tingkat Kabupaten Sumba Timur.

Baca Juga: Gubernur NTT Sebut Jurnalis Harus Cerdas dan Kritis dengan Narasumber Kaya Pengetahuan

Perayaan HAN tahun 2022 ini dirangkai dengan peresmian rumah perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, Kamis (4/8/2022).

Dimana dalam perayaan HAN tahun 2022 jufa dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga.

Baca Juga: Sambangi Bareskrim, Ferdy Sambo Minta Masyarakat Bersabar dan Doakan Brigadir J

Bupati Khris mengungkapkan 35 kasus ini terdiri dari 13 kasus KDRT, setubuh/cabul 16 kasus, kekerasan fisik tiga kasus dan tiga kasus lainnya adalah penelantaran.

Jumlah ini menurut Bupati Khris jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi tahun 2021 lalu sudah melampaui separuh.

Karena itu pemerintah dan semua elemen terkait diminta untuk mengambil peran masing-masing untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali terjadi.

Halaman:

Editor: Jumal Hauteas

Sumber: Victory News Sumba Timur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NTT Berduka, Sekda Domu Warandoy Meninggal Dunia

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:10 WIB

Anggota Polsek Paberiwai, Sumba Timur Aniaya Warga Sipil

Kamis, 29 September 2022 | 12:41 WIB
X